Peristiwa-Peristiwa yang Diyakini Menghambat Kemajuan Peradaban Manusia

  • 23 Mei 2026 09:27 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Type III Civilization
  • Skala Kardashev
  • Late Bronze Age Collapse
  • Hero of Alexandria
  • Archimedes Palimpsest
  • Maya Codices
  • Dinasti Ming
  • Zheng He
  • sejarah dunia
  • peradaban manusia

RRI.CO.ID, Singaraja - Gagasan mengenai Type III Civilization kembali ramai diperbincangkan setelah berbagai sejarawan dan pengamat sains mengulas sejumlah peristiwa besar dalam sejarah yang dianggap telah memperlambat perkembangan teknologi manusia selama ratusan hingga ribuan tahun.

Konsep Type III Civilization sendiri berasal dari skala Kardashev, yaitu teori yang mengukur tingkat kemajuan peradaban berdasarkan kemampuan memanfaatkan energi. Pada tahap tersebut, manusia diperkirakan mampu mengendalikan energi dalam skala galaksi.

Namun, sejumlah ahli menilai perjalanan menuju tahap itu kemungkinan tertunda akibat berbagai tragedi sejarah, kehancuran pengetahuan, hingga keputusan politik yang mengubah arah perkembangan dunia.

Salah satu peristiwa yang paling sering disebut adalah Late Bronze Age Collapse sekitar tahun 1.200 SM. Dalam kurun kurang dari 50 tahun, hampir seluruh peradaban besar di kawasan Mediterania runtuh secara bersamaan. Sistem tulisan seperti Linear B menghilang selama berabad-abad, sementara jaringan perdagangan logam penting seperti timah dan tembaga terputus total.

Banyak peneliti menyebut keruntuhan tersebut sebagai salah satu misteri terbesar sejarah karena penyebab pastinya masih belum diketahui hingga kini.

Peristiwa lain yang dinilai sangat menentukan adalah penemuan mesin uap oleh Hero of Alexandria pada abad pertama Masehi. Mesin tersebut dianggap sebagai cikal bakal turbin uap modern. Namun pada masa itu, Kekaisaran Romawi masih sangat bergantung pada tenaga budak sehingga teknologi tersebut hanya dipandang sebagai hiburan atau trik kuil, bukan alat industri.

Sejumlah sejarawan meyakini apabila potensi teknologi itu dikembangkan lebih serius, revolusi industri mungkin bisa terjadi sekitar 1.700 tahun lebih awal dibanding sejarah yang dikenal saat ini.

Kehilangan pengetahuan besar juga terjadi pada naskah Archimedes Palimpsest. Pada abad ke-13, seorang biarawan diketahui menghapus teks asli karya Archimedes untuk digunakan kembali sebagai buku doa. Padahal, naskah tersebut diyakini memuat konsep-konsep dasar kalkulus jauh sebelum era Isaac Newton.

Selain itu, penghancuran manuskrip Maya oleh Uskup Diego de Landa pada tahun 1562 juga disebut sebagai salah satu kehilangan intelektual terbesar dunia. Ribuan catatan astronomi, matematika, dan observasi ilmiah milik peradaban Maya dibakar karena dianggap bertentangan dengan ajaran gereja. Dari seluruh koleksi tersebut, hanya empat codex yang berhasil bertahan hingga sekarang.

Sejarawan menilai dunia mungkin kehilangan ratusan tahun pengetahuan ilmiah akibat penghancuran tersebut.

Tidak hanya itu, keputusan Dinasti Ming menghentikan ekspedisi maritim besar pada abad ke-15 juga disebut mengubah arah sejarah global. Armada Laksamana Zheng He yang saat itu merupakan salah satu teknologi pelayaran paling maju di dunia justru dibubarkan, sementara galangan kapal serta cetak biru kapal dihancurkan.

Banyak pihak percaya apabila eksplorasi tersebut terus berlanjut, kolaborasi ilmiah global bisa terjadi jauh lebih cepat sebelum era kolonialisme Eropa dimulai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....