Hantavirus Kembali Jadi Sorotan Dunia, WHO Pantau Kasus di Kapal Pesiar Ekspedisi

  • 09 Mei 2026 20:28 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Hantavirus
  • WHO
  • MV Hondius
  • virus tikus
  • HPS
  • HFRS
  • kesehatan dunia
  • wabah virus
  • penularan hantavirus
  • Samudra Atlantik

RRI.CO.ID, Singaraja - Hantavirus kembali menjadi perhatian dunia internasional setelah muncul laporan kasus serius di kapal pesiar ekspedisi MV Hondius yang berlayar di Samudra Atlantik. Insiden tersebut dilaporkan menyebabkan sedikitnya tiga penumpang meninggal dunia, sementara ratusan lainnya masih berada dalam pengawasan medis ketat selama proses evakuasi darurat berlangsung.

Perhatian dunia terhadap kasus ini meningkat setelah adanya dugaan penularan antarmanusia pada jenis hantavirus tertentu yang dikenal sangat langka. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut strain yang ditemukan diduga merupakan varian Andes, salah satu jenis hantavirus yang diketahui memiliki tingkat fatalitas tinggi.

Pejabat WHO, Dr. Maria Van Kerkhove, mengatakan pihaknya masih menyelidiki kemungkinan adanya penularan dari manusia ke manusia dalam kontak yang sangat dekat.

“Kami memang percaya bahwa mungkin ada penularan dari manusia ke manusia yang terjadi di antara kontak yang sangat dekat,” ujarnya.

Kondisi kapal pesiar yang tertutup dan minim sirkulasi udara diduga menjadi faktor yang mempercepat penyebaran infeksi di antara penumpang.

Apa Itu Hantavirus?

Hantavirus merupakan kelompok virus yang ditularkan oleh hewan pengerat seperti tikus dan mencit kepada manusia. Penularannya umumnya terjadi melalui kontak dengan urine, feses, atau air liur hewan yang terinfeksi.

Virus juga dapat menyebar ketika seseorang menghirup partikel virus yang berasal dari kotoran tikus yang mengering dan beterbangan di udara.

Infeksi hantavirus dapat menyebabkan dua penyakit utama, yaitu Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang banyak ditemukan di kawasan Amerika, serta Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang umum terjadi di Asia dan Eropa.

Pada kasus berat, penderita dapat mengalami gangguan paru-paru hingga gagal napas atau kerusakan ginjal serius.

Gejala Awal Mirip Flu

Gejala awal hantavirus sering kali sulit dikenali karena menyerupai flu biasa. Penderita biasanya mengalami:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Kelelahan
  • Mual, muntah, atau diare

Namun dalam beberapa hari, kondisi dapat berkembang menjadi sesak napas berat akibat paru-paru dipenuhi cairan, terutama pada kasus HPS.

Tingkat kematian akibat HPS dilaporkan dapat mencapai 38 hingga 50 persen pada kasus berat.

Sudah Dikenal Sejak Perang Korea

Hantavirus bukanlah virus baru. Penyakit ini pertama kali dikenali pada awal 1950-an saat Perang Korea berlangsung.

Ribuan tentara PBB kala itu mengalami wabah demam berdarah misterius di sekitar Sungai Hantan, Korea Selatan. Virus tersebut kemudian berhasil diisolasi oleh ilmuwan Korea Selatan, Dr. Ho-Wang Lee, pada tahun 1976.

Sejak saat itu, penelitian mengenai hantavirus terus berkembang karena potensi bahayanya terhadap kesehatan manusia.

Belum Ada Vaksin Khusus

Hingga kini, belum tersedia vaksin spesifik yang disetujui secara luas untuk mencegah infeksi hantavirus. Karena itu, pencegahan menjadi langkah utama untuk mengurangi risiko penularan.

Masyarakat diimbau menjaga kebersihan lingkungan, mengendalikan populasi tikus, serta menggunakan alat pelindung saat membersihkan area yang berpotensi terkontaminasi kotoran hewan pengerat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....