Musik Masa Remaja Disebut Membentuk Identitas Diri hingga Dewasa

  • 13 Mei 2026 18:34 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • musik remaja
  • identitas diri
  • neuroscience
  • American Psychological Association
  • reminiscence bump
  • psikologi musik
  • nostalgia
  • perkembangan remaja

RRI.CO.ID, Singaraja - Masa remaja tidak hanya menjadi periode pencarian jati diri, tetapi juga fase ketika musik memiliki pengaruh emosional yang sangat kuat terhadap seseorang. Sejumlah penelitian dari American Psychological Association (APA) dan studi Neurosains menyebut bahwa lagu-lagu yang didengar pada usia 13 hingga 17 tahun cenderung meninggalkan kesan mendalam yang dapat bertahan hingga masa dewasa.

Para peneliti menjelaskan bahwa remaja berada dalam fase penting pembentukan identitas diri. Pada periode ini, seseorang mengalami berbagai perubahan emosional, pengalaman baru, hingga momen-momen pertama yang berkesan dalam hidup, seperti persahabatan, cinta pertama, pencarian mimpi, hingga proses memahami diri sendiri.

Karena itu, musik yang hadir pada masa tersebut sering kali menjadi bagian dari memori emosional seseorang. Lagu tertentu dapat langsung mengingatkan seseorang pada suasana, tempat, atau perasaan yang pernah dialami bertahun-tahun lalu.

Fenomena ini dikenal dengan istilah “Reminiscence Bump”, yakni kecenderungan manusia untuk mengingat masa remaja dan awal usia dewasa dengan lebih jelas dibanding periode kehidupan lainnya. Dalam konteks ini, musik berfungsi sebagai pemicu memori yang kuat.

Penelitian Neurosains menunjukkan bahwa otak remaja memiliki respons emosional yang lebih intens terhadap musik. Hal ini membuat lagu yang sering didengar pada usia belasan tahun lebih mudah melekat dalam ingatan jangka panjang.

Para ahli menilai, kedekatan emosional tersebut bukan semata karena kualitas lagu yang dianggap lebih baik dibanding musik generasi lain. Namun, karena lagu-lagu tersebut terhubung langsung dengan pengalaman personal yang membentuk karakter dan identitas seseorang.

Tak heran, banyak orang merasa musik era remajanya selalu memiliki tempat spesial. Bahkan setelah bertahun-tahun berlalu, lagu-lagu tersebut masih mampu memunculkan rasa nostalgia dan emosi yang sama kuatnya seperti saat pertama kali didengar.

Fenomena ini juga menjelaskan mengapa setiap generasi memiliki ikatan kuat dengan musik pada zamannya masing-masing. Musik bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari perjalanan emosional dan perkembangan identitas manusia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....