Elon Musk Jadi Manusia Pertama dengan Kekayaan Tembus Rp18 Kuadriliun

  • 17 Jun 2026 15:46 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Elon Musk
  • SpaceX
  • Tesla
  • Nasdaq
  • IPO SpaceX
  • kekayaan Elon Musk
  • orang terkaya dunia
  • US$1 triliun
  • teknologi antariksa
  • investasi global

RRI.CO.ID, Singaraja Pengusaha teknologi asal Amerika Serikat, Elon Musk, kembali mencatatkan namanya dalam sejarah ekonomi global. Pendiri perusahaan antariksa SpaceX dan produsen kendaraan listrik Tesla tersebut dilaporkan menjadi manusia pertama di dunia yang memiliki kekayaan lebih dari US$1 triliun atau setara sekitar Rp18.753 triliun.

Pencapaian bersejarah ini terjadi setelah saham SpaceX resmi diperdagangkan di bursa Nasdaq dan mendapat sambutan luar biasa dari para investor. Pada hari pertama perdagangannya, saham SpaceX dibuka pada level US$150 per lembar, lebih tinggi dibandingkan harga penawaran umum perdana (IPO) sebesar US$135 per saham.

Kenaikan harga saham tersebut mendorong valuasi SpaceX melonjak hingga mendekati US$2 triliun. Angka tersebut menjadikan perusahaan yang bergerak di bidang teknologi antariksa itu sebagai salah satu perusahaan publik paling bernilai di dunia.

Berdasarkan berbagai laporan lembaga pemeringkat kekayaan global, kepemilikan saham Musk di SpaceX diperkirakan memiliki nilai lebih dari US$760 miliar. Jika digabungkan dengan kepemilikan sahamnya di Tesla serta berbagai aset investasi lainnya, total kekayaan bersih Musk diperkirakan mencapai antara US$1,05 triliun hingga US$1,1 triliun.

Keberhasilan IPO SpaceX juga disebut sebagai salah satu pencatatan saham terbesar dalam sejarah pasar modal dunia. Tingginya minat investor terhadap sektor antariksa komersial, layanan internet satelit, serta pengembangan teknologi kecerdasan buatan menjadi faktor utama yang mendorong lonjakan nilai perusahaan tersebut.

Sejumlah analis menilai pencapaian ini mencerminkan semakin besarnya kepercayaan pasar terhadap sektor teknologi masa depan. Industri antariksa komersial yang selama bertahun-tahun didominasi lembaga dan perusahaan milik pemerintah kini mulai menjadi salah satu sektor investasi paling menjanjikan di dunia.

Selain itu, keberhasilan SpaceX memasuki pasar saham dinilai dapat membuka jalan bagi perusahaan teknologi besar lainnya untuk mengikuti langkah serupa. Kehadiran perusahaan-perusahaan berbasis teknologi masa depan di bursa saham diperkirakan akan semakin menarik minat investor global dalam beberapa tahun mendatang.

Meski demikian, para pengamat mengingatkan bahwa sebagian besar kekayaan Elon Musk masih berbentuk kepemilikan saham. Karena itu, nilai kekayaannya dapat berubah secara signifikan mengikuti pergerakan harga saham di pasar. Fluktuasi pasar yang tajam berpotensi meningkatkan maupun mengurangi nilai kekayaan bersihnya dalam waktu relatif singkat.

Terlepas dari potensi perubahan tersebut, pencapaian Musk tetap menjadi tonggak penting dalam sejarah dunia bisnis dan investasi. Untuk pertama kalinya, seorang individu berhasil menembus batas kekayaan US$1 triliun, sebuah angka yang sebelumnya hanya dianggap sebagai kemungkinan teoritis dalam dunia ekonomi modern.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....