Berapa Ideal Dana Darurat? Ini Rekomendasi Ahli Keuangan Terbaru

  • 20 Jul 2026 11:31 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Dana darurat menjadi salah satu komponen penting dalam perencanaan keuangan pribadi. Keberadaannya berfungsi sebagai cadangan dana yang dapat digunakan ketika menghadapi situasi tak terduga, seperti kehilangan pekerjaan, biaya pengobatan, atau kebutuhan mendesak lainnya. Meski demikian, masih banyak orang yang bertanya-tanya berapa besar dana darurat yang sebaiknya dimiliki.

Secara umum, para ahli keuangan merekomendasikan dana darurat sebesar tiga hingga enam bulan biaya hidup. Nominal tersebut dinilai cukup untuk membantu seseorang memenuhi kebutuhan pokok apabila mengalami gangguan pada sumber penghasilan dalam waktu tertentu. Perhitungan ini biasanya didasarkan pada total pengeluaran rutin setiap bulan, seperti biaya tempat tinggal, makanan, transportasi, tagihan, hingga kebutuhan dasar lainnya.

Namun, besaran dana darurat tidak selalu sama untuk setiap orang. Kondisi keuangan, pekerjaan, hingga tanggung jawab keluarga menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum menentukan target tabungan. Karena itu, seseorang tidak perlu terpaku pada angka tertentu tanpa melihat kondisi finansialnya sendiri.

Stabilitas pekerjaan menjadi salah satu pertimbangan utama. Mereka yang memiliki pendapatan tetap umumnya dapat merasa cukup dengan dana darurat tiga hingga enam bulan pengeluaran. Sebaliknya, pekerja lepas, pelaku usaha, atau profesi dengan penghasilan yang tidak menentu biasanya membutuhkan cadangan dana yang lebih besar karena tingkat risikonya lebih tinggi.

Selain pekerjaan, kondisi kesehatan juga memengaruhi kebutuhan dana darurat. Seseorang yang memiliki riwayat penyakit tertentu atau berpotensi mengeluarkan biaya kesehatan lebih besar sebaiknya menyiapkan cadangan dana tambahan agar tidak mengganggu kondisi keuangan ketika membutuhkan perawatan.

Jumlah tanggungan juga menjadi faktor penting. Semakin banyak anggota keluarga yang bergantung pada satu sumber penghasilan, semakin besar pula dana darurat yang perlu dipersiapkan. Begitu pula bagi mereka yang masih memiliki kewajiban cicilan atau utang rutin, karena pembayaran tersebut tetap harus dipenuhi meskipun terjadi kondisi darurat.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah pakar keuangan bahkan mulai menyarankan dana darurat yang lebih besar, yakni setara delapan hingga dua belas bulan biaya hidup. Rekomendasi ini muncul setelah berbagai krisis ekonomi dan ketidakpastian global yang menunjukkan bahwa proses memperoleh pekerjaan baru atau memulihkan kondisi keuangan dapat memerlukan waktu lebih lama dibandingkan sebelumnya.

Meski demikian, membangun dana darurat tidak harus dilakukan sekaligus. Menabung secara bertahap sesuai kemampuan dinilai lebih realistis dan mudah dipertahankan dalam jangka panjang. Yang terpenting adalah memiliki target yang jelas serta konsisten menyisihkan sebagian pendapatan hingga jumlah dana darurat sesuai dengan kebutuhan dan tingkat keamanan finansial yang diinginkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....