Cara Mengatur Keuangan dengan Metode 50-30-20 yang Mudah Dipraktikkan
- 20 Jul 2026 09:02 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Metode 50-30-20 membagi penghasilan menjadi tiga pos: kebutuhan pokok, keinginan/hiburan, dan tabungan.
- Masalah gaji yang habis sebelum akhir bulan tidak selalu tentang penghasilan yang terlalu kecil, melainkan cara mengelolanya yang kurang tepat.
- Dengan menerapkan metode ini, kebutuhan tetap terpenuhi, keinginan dapat dinikmati secara proporsional, dan tabungan terus bertambah.
RRI.CO.ID, Singaraja - Merasa gaji selalu habis sebelum akhir bulan? Padahal rasanya tidak membeli barang mahal. Kalau kondisi ini sering terjadi, mungkin yang perlu diubah bukan besar penghasilannya, tetapi cara mengelolanya.
Salah satu metode yang paling populer dan mudah diterapkan adalah metode 50-30-20. Cara ini membantu kita membagi penghasilan ke dalam tiga pos utama, sehingga kebutuhan tetap terpenuhi, keinginan bisa dinikmati, dan tabungan pun terus bertambah.
Lantas, seperti apa cara menerapkannya?
50 Persen untuk Kebutuhan
Separuh dari penghasilan dialokasikan untuk kebutuhan pokok atau pengeluaran yang memang harus dibayar setiap bulan. Misalnya biaya makan, sewa atau cicilan rumah, listrik, air, internet, transportasi, hingga tagihan lainnya.
Intinya, kalau pengeluaran tersebut tidak dibayar, aktivitas sehari-hari bisa terganggu. Karena itu, usahakan total kebutuhan tidak melebihi 50 persen dari penghasilan bulanan.
30 Persen untuk Keinginan
Bagian ini digunakan untuk hal-hal yang membuat hidup lebih menyenangkan, tetapi sebenarnya tidak wajib. Contohnya nongkrong di kafe, menonton film, membeli pakaian baru, langganan platform streaming, atau sekadar jajan minuman favorit, atau bisa disebut untuk self reward xixi.
Banyak orang sering tertukar antara kebutuhan dan keinginan. Padahal, membatasi pengeluaran di pos ini justru menjadi kunci agar kondisi keuangan tetap sehat tanpa harus merasa tersiksa.
20 Persen untuk Masa Depan
Inilah bagian yang sering terlupakan. Sebanyak 20 persen dari penghasilan sebaiknya langsung disisihkan untuk tabungan, dana darurat, investasi, atau membayar utang berbunga tinggi.
Kalau menunggu uang sisa di akhir bulan, biasanya tidak akan ada yang tersisa. Karena itu, biasakan menabung di awal setelah gaji masuk, bukan di akhir bulan, tapi buat kamu yang ingin menabung lebih dari 20% gaji juga boleh bangett justru bagus juga melebihi dari target awal pembagian, semangat menabung untuk masa depan yahh :)
Contoh Perhitungannya
Misalnya penghasilan kamu sebesar Rp5 juta per bulan, maka pembagiannya bisa seperti ini:
- 50% kebutuhan = Rp2.500.000
- 30% keinginan = Rp1.500.000
- 20% tabungan dan investasi = Rp1.000.000
Pembagian ini bukan aturan yang harus selalu sama persis. Jika biaya hidup di daerah tempat tinggal lebih tinggi, Anda bisa menyesuaikannya. Yang terpenting adalah tetap memiliki porsi untuk menabung setiap bulan.
Kenapa Metode Ini Banyak Dipilih?
Metode 50-30-20 dinilai sederhana karena tidak membutuhkan aplikasi khusus atau pencatatan yang rumit. Kita hanya perlu disiplin membagi penghasilan sejak awal.
Selain membuat pengeluaran lebih terarah, metode ini juga membantu membangun dana darurat, mengurangi kebiasaan belanja impulsif, dan mempersiapkan kondisi finansial yang lebih stabil di masa depan.
Mengatur keuangan bukan berarti tidak boleh menikmati hasil kerja keras. Justru dengan memiliki anggaran yang jelas, kita bisa berbelanja tanpa rasa bersalah karena tahu batasnya. Sedikit demi sedikit, kebiasaan baik ini akan membantu mewujudkan tujuan keuangan, mulai dari membeli rumah, melanjutkan pendidikan, hingga mempersiapkan masa pensiun.
Kondisi keuangan yang sehat bukan ditentukan oleh seberapa besar gaji yang diterima, melainkan seberapa bijak kita mengelolanya. Metode 50-30-20 bisa menjadi langkah awal yang sederhana, tetapi memberikan manfaat besar jika dilakukan secara konsisten.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....