Piodalan Pura Agung Jagatnatha Buleleng, Umat Diajak Jaga Kebersihan

  • 26 Jun 2026 14:35 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja – Ketua Panitia Piodalan ke-33 Pura Agung Jagatnatha Buleleng, I Gede Sandhiyasa, mengajak seluruh umat Hindu yang akan tangkil selama rangkaian piodalan untuk mematuhi ketentuan yang berlaku, menjaga kesucian pura, serta peduli terhadap kebersihan lingkungan.

Menurut Sandhiyasa, meskipun piodalan tahun ini bukan tergolong upacara besar, pelaksanaannya memiliki makna penting bagi umat Hindu di Buleleng. Pura Agung Jagatnatha merupakan pura terbesar di Kabupaten Buleleng yang menjadi pusat persembahyangan umat Hindu.

"Walaupun ini bukan upacara besar, piodalan di Pura Agung Jagatnatha merupakan momentum yang sangat penting karena pura ini adalah pura terbesar di Kabupaten Buleleng. Kami mengharapkan seluruh umat Hindu yang berada maupun yang sedang berada di Buleleng dapat tangkil, ngaturang sembah bhakti, serta nunas keselamatan dan kerahayuan untuk Buleleng," ujarnya kepada RRI, Jumat (26/6/2026).

Ia menjelaskan, puncak piodalan Pura Agung Jagatnatha Buleleng akan berlangsung pada Purnama Kaesa, Senin 29 Juni 2026. Setelah puncak upacara tersebut, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penganyar dari masing-masing kecamatan se-Kabupaten Buleleng hingga 8 Juli 2026.

Kehadiran umat dalam rangkaian piodalan, kata Sandhiyasa, tidak hanya menjadi bentuk bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, tetapi juga sebagai doa bersama untuk keselamatan, kesejahteraan, dan keharmonisan masyarakat Buleleng.

"Piodalan ini menjadi momentum bagi umat untuk meningkatkan sradha dan bhakti melalui persembahyangan bersama. Mudah-mudahan dengan kehadiran umat untuk ngaturang sembah bhakti, Bhuana Agung dan Bhuana Alit senantiasa memperoleh kerahayuan dan kesejahteraan bersama," katanya.

Selain mengajak umat untuk tangkil, Sandhiyasa juga mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban dan kebersihan selama berada di kawasan pura. Umat diharapkan memperhatikan tata busana sembahyang sesuai etika serta ketentuan yang berlaku.

"Pada saat tangkil kami harapkan nantinya mengikuti ketentuan, terutama tata busana. Juga peduli pada program pemerintah terkait pemilahan sampah agar tidak mengotori areal pura. Sampah organik dipisahkan dengan sampah anorganik," ucapnya.

Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan pura merupakan bagian dari penerapan nilai-nilai Hindu yang menekankan keseimbangan antara Bhuana Agung dan Bhuana Alit, sekaligus bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga kesucian tempat ibadah.

Lebih lanjut, ia mengajak umat menjadikan piodalan sebagai momentum memperkuat penerapan konsep Tri Hita Karana, yakni menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan.

"Termasuk bagaimana meningkatkan hubungan kita sesuai konsep Tri Hita Karana, hubungan dengan Tuhan, hubungan dengan sesama, dan palemahan atau lingkungan," ujarnya.

Panitia berharap seluruh rangkaian Piodalan ke-33 Pura Agung Jagatnatha Buleleng dapat berlangsung lancar, tertib, dan khidmat serta membawa kerahayuan bagi umat Hindu dan masyarakat Buleleng secara keseluruhan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....