Pecaling Buleleng Tekankan Tanggung Jawab Siswa Terhadap Sisa yang Dihasilkan

  • 20 Sep 2026 18:03 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Pecaling Buleleng menilai pendidikan lingkungan perlu fokus membangun rasa tanggung jawab individu terhadap sampah, bukan hanya kegiatan membersihkan lingkungan.
  • Kebiasaan menyimpan sisa kertas dan makanan di kolong meja yang berulang dapat dianggap normal dan perlu diubah melalui edukasi sejak dini.
  • Made Budiyasa, Founder Pecaling Buleleng, menekankan pentingnya pembiasaan dan edukasi lingkungan untuk mengubah perilaku masyarakat terhadap pengelolaan sampah.

RRI.CO.ID, Singaraja - Pecaling Buleleng menilai pendidikan lingkungan perlu diarahkan tidak hanya pada kegiatan membersihkan lingkungan, tetapi juga membangun rasa tanggung jawab setiap individu terhadap sisa yang dihasilkannya.

Founder Pecaling Buleleng, Made Budiyasa, mengatakan kebiasaan menyimpan sisa kertas maupun sisa makanan di kolong meja yang dilakukan berulang dapat menjadi kebiasaan yang dianggap normal. Kondisi tersebut menurutnya perlu diubah melalui edukasi dan pembiasaan sejak usia dini.

Gerakan tersebut salah satunya dilakukan melalui edukasi kepada anak-anak di sekolah. Pecaling mengajarkan agar sisa yang dihasilkan tidak langsung dianggap sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi disimpan dan dikelola sehingga masih dapat dimanfaatkan kembali.

Made Budiyasa menjelaskan, kebiasaan membiarkan sisa dapat membuat anak kehilangan rasa tanggung jawab karena pekerjaan membersihkan lingkungan akhirnya dianggap sebagai tugas orang lain. Karena itu, perubahan pola pikir menjadi bagian penting dalam edukasi lingkungan.

"Bukan semua murid yang melakukan. Nah kadang-kadang ini dia pakai rasional, dinormalisasi bahwa kebiasaan itu disahkan. Sehingga dia menaruh sesuatu di sisa-sisa itu di kolong meja, besok dibersihkan. Nah sehingga dia tidak memiliki tanggung jawab dengan sisanya dia sendiri" ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Pecaling Buleleng, Made Suarnata, mengatakan pembentukan kebiasaan bertanggung jawab juga membutuhkan pengawasan di lingkungan sekolah. Menurutnya, siswa perlu dibiasakan mengambil sisa yang ditemukan di lingkungan sekitar, meskipun bukan merupakan sisa miliknya sendiri.

"Besar juga pengaruhnya kan. Apakah anak itu sebenarnya tidak tahu, tidak peduli atau belum terbiasa bertanggung jawab dengan sampahnya sendiri atau seperti apa? Ya mungkin gini Bu, dia itu kan kalau makan, nanti sampahnya taruh aja di sini. Terus nanti kalau, eh nanti aja Nata ambil mau beli makan lagi tambahan, nanti dia lupa."

Pecaling Buleleng juga mendorong keterlibatan orang tua dalam membentuk kebiasaan tersebut. Edukasi yang dilakukan sejak taman kanak-kanak hingga jenjang sekolah yang lebih tinggi diarahkan agar anak terbiasa menyimpan dan mengelola sisa, sebelum kemudian dimanfaatkan menjadi berbagai produk.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....