Perca Batik Diolah Jadi Produk Fashion Bernilai Ekonomi
- 13 Sep 2026 11:43 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Kain perca batik yang selama ini dianggap limbah dapat diolah menjadi produk fashion bernilai ekonomi melalui inovasi upcycling.
- Wastra Upcycle mengembangkan inovasi mengubah potongan kain tidak terpakai menjadi produk kreatif, salah satunya rompi dengan nilai jual tinggi.
- Ide Wastra Upcycle berasal dari keresahan melihat banyak pakaian yang menumpuk dan jarang digunakan, mendorong pemanfaatan limbah tekstil secara produktif.
RRI.CO.ID, Singaraja - Kain perca batik yang selama ini kerap dianggap sebagai limbah ternyata dapat diolah menjadi produk fashion bernilai ekonomi. Inovasi tersebut dikembangkan Wastra Upcycle dengan memanfaatkan potongan kain yang sudah tidak digunakan menjadi produk kreatif, salah satunya rompi.
Hal tersebut disampaikan pendiri Wastra Upcycle, Risma Ayu Damayanti, dalam Dialog Green Radio Pro 1 RRI Singaraja, Sabtu, 12 September 2026. Ia mengatakan, ide Wastra Upcycle berawal dari keresahan melihat banyak pakaian yang menumpuk dan sudah jarang digunakan.
“Kenapa tidak kita manfaatkan saja. Daripada tersimpan di lemari tidak digunakan, mending kita daur ulang,” ujar Risma.
Sebelum memproduksi secara lebih luas, Risma bersama tim terlebih dahulu melakukan riset pasar dan validasi terhadap produk yang akan dikembangkan. Dari proses tersebut, tim memilih rompi sebagai produk awal dengan memanfaatkan perca batik yang dipadukan dengan kain katun polos.
“Jadi akhirnya tercetuslah kita bikin rompi. Awalnya kita coba produksi untuk rompi wanita terlebih dahulu,” kata Risma.
Menurut Risma, penggunaan perca batik juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan produk yang berbeda sekaligus mempertahankan karakter wastra dari berbagai daerah. Potongan dengan motif dan warna berbeda dapat dikombinasikan sehingga menghasilkan produk yang unik.
Risma menambahkan, masyarakat yang memiliki pakaian atau kain batik yang masih layak juga dapat memanfaatkannya kembali, baik secara mandiri maupun melalui pihak yang bergerak dalam pengolahan kain.
Dengan inovasi tersebut, kain yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah dapat memiliki fungsi baru sekaligus memberikan nilai tambah secara ekonomi. Upaya ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan dengan kreativitas dan peluang usaha.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....