Pilah Sampah, Mahasiswa Undiksha Bisa Dapat Penghasilan Tambahan

  • 12 Sep 2026 12:24 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Bank Sampah Undiksha membuka program penerimaan sampah yang masih bernilai guna untuk mahasiswa dan masyarakat umum di Singaraja.
  • Jenis sampah yang diterima mencakup kertas, botol plastik, botol kaca, kardus, duplek, dan galon yang akan ditimbang dan dipilah.
  • Hasil penjualan sampah kepada mitra seperti Sado Eco Bank dan pengepul dibayarkan kepada penyetor dalam bentuk uang tunai maupun nontunai.

RRI.CO.ID, Singaraja - Bank Sampah Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) membuka kesempatan bagi mahasiswa dan masyarakat untuk menjual sampah yang masih memiliki nilai guna. Jenis sampah yang diterima meliputi kertas, botol plastik, botol kaca, kardus, duplek, dan galon.

Sampah yang terkumpul akan ditimbang, dipilah, kemudian dijual kepada mitra seperti Sado Eco Bank dan pengepul. Hasil penjualan diberikan kepada penyetor dalam bentuk uang tunai maupun nontunai.

Sekretaris Bank Sampah Undiksha, Komang Sri Wahyuni, mengatakan sampah yang dikumpulkan mahasiswa dapat menjadi sumber penghasilan tambahan, terutama bagi mereka yang sebelumnya langsung membuang sampah.

Ia menjelaskan Bank Sampah Undiksha tidak hanya menerima sampah dari mahasiswa, tetapi juga masyarakat umum. Layanan penerimaan sampah dibuka setiap Minggu pukul 14.00 hingga 17.00 Wita.

“Kami membuka layanan pembelian sampah dari masyarakat luar. Jadi, tidak hanya untuk mahasiswa Undiksha saja, tetapi masyarakat di luar Undiksha juga bisa,” ujar Sri Wahyuni, Sabtu, 8 Agustus 2026.

Koordinator Bank Sampah Undiksha, Kadek Anggi Putri Pratiwi, juga mendorong mahasiswa untuk lebih mengenal jenis sampah yang memiliki nilai jual. Selain menjual sampah, pengelola berencana mengembangkan produk kreatif dari barang bekas sebagai bagian dari edukasi dan inovasi.

Sementara Anggota Bank Sampah Undiksha, Ni Kadek Astini, mengatakan peningkatan kesadaran mahasiswa menjadi salah satu harapan pengelola agar semakin banyak sampah yang dapat dimanfaatkan.

“Semoga ke depannya mahasiswa maupun masyarakat umum lebih bijak dalam membuang sampah. Jika bisa, lebih baik dijual ke kita saja supaya kita bisa mengolah dan menjual kembali,” katanya.

Bank Sampah Undiksha berharap keberadaannya semakin dikenal sehingga mahasiswa tidak lagi memandang sampah sebagai barang yang tidak berguna, melainkan sesuatu yang dapat dikelola dan memberikan manfaat ekonomi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....