Pascagempa Flores, ASDP Perketat Pengawasan Keselamatan

  • 16 Agt 2026 17:58 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Negara – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperkuat langkah mitigasi keselamatan pada operasional kapal dan pelabuhan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), menyusul gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Upaya tersebut dilakukan dengan memantau kondisi kapal, fasilitas pelabuhan, serta perairan sebelum layanan penyeberangan kembali berjalan normal. ASDP juga berkoordinasi dengan BMKG, KSOP, KUPP dan pemangku kepentingan terkait.

Gempa utama terjadi pada pukul 04.58 WIB dan berpusat di laut utara Flores. BMKG kemudian mengakhiri peringatan dini tsunami pada pukul 07.30 WIB setelah hasil pemantauan tidak menunjukkan adanya kenaikan muka air laut signifikan yang membahayakan.

Hingga pukul 14.00 WIB, tercatat sebanyak 235 gempa susulan dengan magnitudo berkisar 2,5 hingga 6,2. Kondisi tersebut membuat masyarakat tetap diminta waspada dan mengikuti informasi resmi dari otoritas terkait.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, mengatakan keselamatan pengguna jasa, awak kapal, petugas, serta fasilitas penyeberangan menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan operasional.

“Dalam kondisi pascagempa, keselamatan harus dipastikan terlebih dahulu sebelum layanan berjalan normal. Kami terus memantau kapal, pelabuhan, dan kondisi perairan serta berkoordinasi dengan BMKG, KSOP, KUPP, dan seluruh stakeholder,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, sejumlah kapal diarahkan untuk berlindung di lokasi yang dinilai aman hingga situasi memungkinkan untuk kembali berlayar.

KMP Sangkepalangga yang melayani perjalanan dari Jampea menuju Marapokot dilaporkan dalam kondisi aman. Begitu pula KMP Komodo dan KMP Cucut yang sebelumnya berlindung di sekitar Pulau Monyet.

Setelah dilakukan pemantauan, KMP Komodo melanjutkan perjalanan menuju Rinca pada pukul 13.30 WITA. Sementara KMP Cucut diberangkatkan menuju Sape pada pukul 14.30 WITA. Adapun KMP Cakalang telah berlayar menuju Pelabuhan Waikelo.

Kondisi kapal dan fasilitas pelabuhan di Bajoe serta Baubau juga dilaporkan aman. Sementara di Kupang, KMP Ile Ape yang sebelumnya berlindung sebagai langkah kehati-hatian kembali beroperasi dan diberangkatkan pukul 07.00 WITA untuk melayani lintasan Kewapante–Pemana pulang pergi dengan menyesuaikan kondisi lapangan.

ASDP juga melakukan pemeriksaan fasilitas di Pelabuhan Maumere. Verifikasi dilakukan bersama pihak regional, cabang dan stakeholder terkait untuk memastikan fasilitas pelabuhan tetap layak digunakan serta memenuhi aspek keselamatan.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menjelaskan bahwa pemantauan pascagempa dilakukan secara berjenjang. Setiap perkembangan kondisi lapangan menjadi bahan evaluasi sebelum keputusan operasional ditetapkan.

“Kami memahami masyarakat membutuhkan kepastian informasi. Karena itu, komunikasi dan koordinasi terus diperkuat. Jika kondisi mengharuskan penyesuaian atau penghentian sementara layanan, ASDP akan mengambil langkah tersebut dengan mengutamakan keselamatan,” jelas Windy.

ASDP mengingatkan pengguna jasa untuk tidak hanya mengandalkan informasi yang beredar di media sosial. Masyarakat diminta mengecek perkembangan perjalanan melalui kanal resmi serta mengikuti arahan petugas di pelabuhan.

Pengguna jasa juga diimbau tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan memperhatikan informasi terbaru dari BMKG maupun ASDP sebelum melakukan perjalanan.

ASDP memastikan pemeriksaan terhadap kapal dan fasilitas pelabuhan akan terus dilakukan selama kondisi pascagempa masih dipantau.

“ASDP akan terus memeriksa fasilitas dan sarana operasional serta memperkuat koordinasi, agar layanan dapat berjalan optimal sesuai kondisi lapangan dengan keselamatan sebagai prioritas utama,” tutup Windy.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....