BNPB Tetapkan Delapan Langkah Strategis Tangani Gempa M7,7 Flores

  • 16 Agt 2026 15:44 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Labuan Bajo - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan delapan langkah strategis untuk mempercepat penanganan darurat pascagempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Arahan tersebut disampaikan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam rapat koordinasi bersama kementerian/lembaga dan pemerintah daerah di Kantor Bupati Manggarai Barat, Minggu (16/8/2026).

Suharyanto meminta pemerintah daerah di wilayah terdampak segera memperkuat penanganan darurat, mulai dari penetapan status kedaruratan, pencarian dan pertolongan, distribusi logistik, hingga pemulihan layanan dasar.

Langkah pertama adalah mempercepat penetapan status darurat oleh pemerintah daerah dan Pemerintah Provinsi NTT. Status tersebut dinilai penting sebagai dasar hukum bagi pemerintah pusat dan kementerian/lembaga untuk memberikan dukungan anggaran serta bantuan teknis secara maksimal.

"Mohon hari ini segera dikeluarkan status daruratnya. Status kedaruratan ini perlu agar BNPB, kementerian/lembaga terkait dari PU dan lain sebagainya bisa membantu secara maksimal," kata Suharyanto.

Posko Dibentuk di Daerah dan Tingkat Nasional

Langkah kedua, BNPB meminta percepatan pembentukan pos satuan tugas (satgas) di tingkat kabupaten/kota hingga provinsi. Unsur TNI dan Polri dapat dilibatkan sebagai komandan lapangan untuk memastikan penanganan berjalan dalam satu komando.

BNPB juga membentuk Posko Utama Pendampingan Nasional di Labuan Bajo dan Posko Taktis di Maumere. Posko tersebut akan mendukung penanganan di wilayah Flores bagian barat dan timur.

"Karena luas wilayah, kami juga membuka Posko di Maumere untuk melayani Sikka, Nagekeo, dan Ngada. Dua titik ini harapannya bisa mengular semua langkah penanganan bencana," ujarnya.

Langkah keempat adalah pengoperasian Posko Logistik Nasional di Halim Perdanakusuma, Jakarta. Posko ini menjadi titik penerimaan dan pengiriman bantuan dari kementerian/lembaga, BUMN, swasta, maupun masyarakat menuju wilayah terdampak.

Bantuan dari Jakarta akan disalurkan melalui Labuan Bajo maupun Maumere.

Operasi SAR dan Pemulihan Layanan Dasar

Untuk memastikan keselamatan warga, BNPB menginstruksikan Basarnas memimpin operasi pencarian dan pertolongan bersama TNI, Polri, serta relawan. Operasi dilakukan hingga seluruh lokasi terdampak dipastikan aman dari korban yang masih terjebak atau hilang.

Sementara itu, pemerintah menargetkan pemulihan terbatas sejumlah layanan dasar, seperti listrik, air bersih, bahan bakar minyak, dan komunikasi, dalam waktu tujuh hari.

BNPB juga meminta pendataan kerusakan rumah dilakukan secara paralel selama masa tanggap darurat. Langkah tersebut diperlukan agar pembangunan hunian sementara maupun perbaikan rumah dapat segera dilakukan.

"Saya mohon tidak usah menunggu sampai tanggap darurat selesai. Silakan mulai didata secara paralel. Begitu sudah jelas, segera kita tetapkan pembangunan," kata Suharyanto menegaskan.

Alutsista Dikerahkan untuk Distribusi Logistik

Untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses, BNPB mengoordinasikan pengerahan armada udara dan laut milik TNI, Basarnas, dan BNPB.

Armada tersebut akan diprioritaskan untuk mengangkut bantuan kebutuhan dasar, termasuk pangan, selimut, dan tenda pengungsian ke wilayah terdampak yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

"Dari TNI ada empat helikopter dan kapal laut, Basarnas mengerahkan kapal dan pesawat, serta BNPB dua pesawat sayap lebar dan satu helikopter. Alutsista ini kita fokuskan untuk pendistribusian logistik," ujarnya.

Media Center Sediakan Informasi Resmi

Sebagai langkah kedelapan, BNPB mengoperasikan Media Center untuk menyampaikan perkembangan penanganan bencana kepada masyarakat.

Press briefing dijadwalkan berlangsung setiap sore pukul 17.00 WITA. Informasi resmi tersebut diharapkan dapat mengurangi simpang siur informasi sekaligus memastikan masyarakat memperoleh perkembangan situasi secara berkala.

Sebelumnya, BMKG mencatat gempa M7,7 mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB. Gempa tersebut berpusat di laut sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer. BMKG kemudian mengakhiri peringatan dini tsunami pada hari yang sama.

Penanganan pascagempa terus dilakukan oleh pemerintah bersama unsur SAR, TNI-Polri, pemerintah daerah, dan organisasi kemanusiaan. Pada Minggu (16/8), BNPB juga melaporkan jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 49 orang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....