Ibu Rumah Tangga Tetap Bisa Produktif Asal Mampu Mengatur Waktu dan Prioritas

  • 09 Jul 2026 15:37 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Luh Putu Rosa Fianty, seorang ibu rumah tangga dari Buleleng, menjalankan dua usaha kuliner, menjadi pemasok produk, mengembangkan peternakan kambing, sambil tetap mengutamakan keluarga.
  • Kunci produktivitas terletak pada penerapan sistem manajemen waktu yang jelas, pembuatan jadwal harian yang disiplin, dan delegasi tugas kepada anggota keluarga untuk menghindari pekerjaan yang menumpuk.
  • Rosa menekankan pentingnya membuat standar operasional sederhana (SOP) dalam kehidupan sehari-hari, memberikan ruang istirahat untuk diri sendiri, dan tidak ragu mencoba hal baru sesuai minat untuk mengembangkan potensi.
  • Tantangan terbesar dalam produktivitas berasal dari diri sendiri, sehingga menjaga kondisi mental dan kesehatan sama pentingnya dengan menyelesaikan pekerjaan untuk tetap produktif dan bahagia.

RRI.CO.ID, Singaraja – Peran sebagai ibu rumah tangga tidak menjadi penghalang bagi perempuan untuk tetap produktif dan mengembangkan diri. Kunci utamanya terletak pada kemampuan mengatur waktu, menetapkan prioritas, serta membangun sistem yang sesuai dengan kebutuhan keluarga.

Hal tersebut disampaikan pelaku usaha kuliner asal Buleleng, Luh Putu Rosa Fianty, ia mengaku dirinya bukan seorang pengusaha besar, melainkan ibu rumah tangga yang menjalankan dua usaha kuliner, menjadi pemasok produk, sekaligus mengembangkan usaha peternakan kambing. Di tengah berbagai aktivitas tersebut, ia tetap memprioritaskan keluarga, terutama mengurus anak dan mendampingi orang tua.

Menurutnya, kesulitan membagi waktu yang pernah dialami berawal dari tidak adanya sistem dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Akibatnya, berbagai pekerjaan sering kali bertumpuk dan sulit diselesaikan dengan maksimal.

"Saya dulu merasa kewalahan karena semua ingin saya kerjakan sendiri. Setelah membuat jadwal harian dan membagi tugas dengan keluarga, semuanya menjadi jauh lebih teratur," ujarnya.

Kini, Rosa menerapkan jadwal harian yang disiplin. Mulai dari mengantar anak ke sekolah, mengelola usaha kuliner, menjemput anak, hingga mengurus ternak dilakukan sesuai waktu yang telah ditetapkan. Ia juga memanfaatkan bantuan anggota keluarga, termasuk mertua, untuk menjaga usaha ketika dirinya harus menjalankan tanggung jawab sebagai ibu.

Menurut Rosa, mendelegasikan pekerjaan bukan berarti mengurangi tanggung jawab, melainkan menjadi bagian dari strategi agar seluruh aktivitas dapat berjalan seimbang.

Ia juga menekankan pentingnya membuat standar operasional sederhana (SOP) dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya rutinitas yang jelas, seseorang dapat menghindari stres akibat pekerjaan yang menumpuk.

Selain itu, Rosa menilai perempuan perlu memberikan ruang bagi dirinya sendiri untuk beristirahat ketika merasa lelah. Baginya, menjaga kondisi mental sama pentingnya dengan menyelesaikan berbagai pekerjaan.

"Tantangan terbesar justru berasal dari diri sendiri, terutama saat suasana hati sedang tidak baik. Kalau memang lelah, tidak ada salahnya beristirahat sejenak agar bisa kembali produktif," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Rosa juga mengajak para ibu rumah tangga untuk tidak ragu mencoba hal-hal baru sesuai minat dan kemampuan. Menurutnya, hobi yang ditekuni dengan serius dapat berkembang menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarga.

Ia berharap semakin banyak perempuan berani mengembangkan potensi dirinya tanpa meninggalkan peran utama sebagai ibu dan anggota keluarga.

"Bukan soal menjadi perempuan yang sempurna, tetapi bagaimana kita bisa tetap produktif, bahagia, dan mampu menjaga keseimbangan antara keluarga, pekerjaan, serta diri sendiri," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....