Bali Masuki Kemarau, BPBD Keluarkan Waspada

  • 11 Jun 2026 12:51 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Pemerintah Provinsi Bali melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali mengeluarkan peringatan dini cuaca dan iklim untuk Dasarian II Juni 2026. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan karena sebagian besar wilayah Bali mulai memasuki musim kemarau yang ditandai dengan menurunnya intensitas curah hujan.

Berdasarkan informasi BPBD Bali @bpbdbali, wilayah Bali bagian barat dan tengah menjadi kawasan yang lebih dahulu merasakan dampak peralihan menuju musim kemarau. Kondisi ini diperkirakan semakin meluas pada pertengahan Juni 2026.

Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi pada periode 11–13 Juni 2026 di sejumlah daerah, meliputi Kabupaten Badung, Kota Denpasar, Gianyar, Klungkung, Tabanan, Buleleng, Jembrana, Bangli, dan Karangasem. Sementara pada 14–20 Juni 2026, cuaca secara umum diprakirakan cerah berawan hingga berawan.

Dalam peringatan dini yang berlaku pada 11–20 Juni 2026, tidak terdapat potensi curah hujan tinggi yang perlu diwaspadai. Namun, BPBD mencatat adanya peringatan dini kekeringan meteorologis dengan status waspada seiring berkurangnya intensitas hujan di berbagai wilayah.

Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan sejumlah dampak, seperti berkurangnya ketersediaan air bersih, meningkatnya risiko kebakaran lahan dan permukiman, serta gangguan kesehatan akibat cuaca panas dan kering.

Untuk mengantisipasi dampak musim kemarau, masyarakat diimbau melakukan langkah-langkah pencegahan. Di antaranya menghemat penggunaan air, menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran seperti membakar lahan atau sampah, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan.

BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk mencabut colokan listrik dan memastikan dupa atau sumber api lainnya telah padam saat rumah ditinggalkan guna mencegah risiko kebakaran. Selain itu, masyarakat diminta menjaga kondisi tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, memperbanyak minum air putih, dan beristirahat yang cukup.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan oleh BMKG maupun BPBD sebagai langkah antisipasi menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....