Program MBG: UMKM Jaga Kualitas dan Konsistensi Ditengah Peluang Baru

  • 20 Apr 2026 21:37 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • di Balik Program MBG
  • UMKM Hadapi Tantangan
  • Jaga Kualitas
  • Konsistensi Produk

RRI.CO.ID, Singaraja – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya menjadi upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menghadirkan tantangan tersendiri bagi pelaku UMKM yang terlibat di dalamnya.

Hal tersebut disampaikan oleh Dwi Mulyati, pelaku UMKM di Kabupaten Buleleng, Ia menuturkan bahwa menjaga kualitas produk secara konsisten menjadi tantangan terbesar, terutama dengan jumlah produksi yang mencapai ribuan porsi setiap hari.

“Kesiapan mental tim dan kualitas bahan baku itu sangat penting. Ini bukan produksi sekali dua kali, tapi berkelanjutan untuk kebutuhan gizi anak-anak,” ujarnya.

Menurut Dwi, selain kualitas, aspek teknis seperti gramasi, kandungan gizi, hingga masa simpan produk juga harus diperhatikan secara detail. Semua produk yang dikirim ke dapur MBG dipastikan aman dan layak konsumsi saat diterima di sekolah.

Ia juga menyoroti pentingnya edukasi bagi pelaku UMKM terkait standar gizi dan keamanan pangan. Menurutnya, pelaku usaha tidak bisa hanya mengandalkan pengalaman, tetapi perlu terus belajar dan berkolaborasi dengan ahli gizi.

“Kami bukan ahli gizi, jadi harus banyak belajar. Diskusi dengan tenaga ahli itu penting supaya produk yang dihasilkan benar-benar sesuai kebutuhan,” ucapnya.

Di tengah persaingan usaha yang ketat, inovasi menjadi strategi utama untuk bertahan. Dwi mengaku terus mengembangkan produk baru berdasarkan kebutuhan dan selera anak-anak, sekaligus menyesuaikan dengan anggaran yang telah ditetapkan.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa harga tidak boleh mengorbankan kualitas.

“Kami menyesuaikan budget, tapi tidak mengurangi nilai gizi. Itu prinsip utama kami,” katanya.

Dwi juga menyebut bahwa kepuasan konsumen, terutama ketika terjadi repeat order, menjadi tolok ukur keberhasilan usahanya.

Ke depan, ia optimistis UMKM dapat menjadi ujung tombak dalam menyukseskan program MBG, selama mampu menjaga konsistensi kualitas dan terus berinovasi.

“Kalau kita konsisten menjaga kualitas, UMKM pasti bisa berkontribusi besar dalam menciptakan generasi yang sehat dan kuat,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....