SPPG Kaliuntu 2 Polres Buleleng Raih Pengakuan Nasional dalam Pengelolaan MBG
- 05 Sep 2026 21:44 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- SPPG Kaliuntu 2 Polres Buleleng meraih pengakuan nasional atas pengelolaan program Makan Bergizi Gratis yang komprehensif dan terstruktur.
- Program melayani 2.931 penerima manfaat mencakup siswa, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui di enam satuan pendidikan dan dua kelompok posyandu Kecamatan Buleleng.
- Pengelolaan makanan dilakukan berdasarkan data penerima manfaat, kebutuhan gizi individual, jadwal distribusi terukur, dan pertimbangan kondisi khusus seperti alergi makanan.
RRI.CO.ID, Singaraja - SPPG Kaliuntu 2 Polres Buleleng mendapat pengakuan nasional atas pengelolaan program Makan Bergizi Gratis atau MBG. SPPG Kaliuntu 2 Polres Buleleng saat ini melayani 2.931 penerima manfaat yang terdiri dari siswa, balita, ibu hamil dan ibu menyusui. Layanan mencakup enam satuan pendidikan di Kecamatan Buleleng serta dua kelompok posyandu.
Kepala SPPG Kaliuntu 2 Polres Buleleng, Ketut Ngurah Arya Krisna Satria Darma, mengatakan pengelolaan makanan dilakukan berdasarkan data penerima manfaat, kebutuhan gizi, jadwal distribusi dan kondisi khusus seperti alergi makanan.
Ketut Ngurah Arya Krisna Satria Darma mengatakan kedisiplinan menjadi kunci pengelolaan SPPG. Seluruh proses, mulai dari penerimaan dan penyimpanan bahan, pengolahan hingga distribusi, harus mengikuti SOP.
“Yang paling penting adalah kedisiplinan, karena semua proses harus sesuai SOP, mulai dari bahan baku datang, penyimpanan, pengolahan sampai makanan didistribusikan” ujarnya saat dialog interaktif "Hai Bali Ken-Ken" di studio Pro 1 RRI Singaraja, Sabtu, 5 September 2026.
Makanan juga harus dipastikan segar dan layak dikonsumsi, dengan kebutuhan bahan serta kandungan gizi dihitung secara cermat agar sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat.
“Keberhasilan ini tidak hanya karena SOP, tetapi juga karena kebersamaan dan rasa saling percaya di antara kami. Kita bekerja bersama-sama untuk memastikan makanan yang diberikan benar-benar aman dan bergizi” katanya.
Keamanan makanan dipastikan melalui pemeriksaan sebelum distribusi, termasuk uji laboratorium dan uji organoleptik yang meliputi kondisi, tampilan, tekstur dan rasa makanan.
Menurut Ketut Ngurah Arya Krisna Satria Darma, keberhasilan SPPG juga didukung kebersamaan dan rasa saling percaya antarpetugas. Program MBG tidak hanya menyediakan makanan, tetapi menjadi investasi untuk mendukung pertumbuhan dan kualitas generasi mendatang.
Kata Kunci / Tags
Audio
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....