Arus Kendaraan Keluar Bali, Sempat Terkendala Sistem E-Toll Parkir Manuver

  • 11 Mar 2026 10:06 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Negara : Pergerakan kendaraan yang hendak keluar Bali melalui Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk terpantau mengalami peningkatan signifikan pada Rabu (11/3/2026). Selain truk logistik, volume kendaraan pribadi baik roda dua maupun roda empat mulai memadati area pelabuhan dibandingkan hari biasanya. Kepadatan sempat memicu antrean pada Selasa, 10 Maret 2026 malam, di mana deretan kendaraan besar meluber hingga ke area Parkir Terminal Manuver.

Kondisi ini dipicu oleh tingginya volume kendaraan yang tiba secara bersamaan serta adanya proses adaptasi sistem pembayaran baru. Hambatan kelancaran lalu lintas terdeteksi di pintu masuk Terminal Manuver sebelum memasuki area pelabuhan. Penerapan sistem toll gate dan pembayaran retribusi menggunakan e-money atau non-tunai memakan waktu lebih lama karena banyak pengendara yang belum terbiasa.

Komandan Pos AL Gilimanuk, Lettu Laut (P) Yuli Prasetyo, mengungkapkan bahwa meski situasi di dalam pelabuhan relatif ramai lancar, titik hambat utama berada pada loket retribusi.

"Ada sedikit kendala di gate masuk Parkir Manuver karena pemberlakuan sistem e-money membutuhkan waktu proses bagi pengguna. Namun, jika sudah berada di dalam pelabuhan, arus sebenarnya cukup lancar," ujar Lettu Yuli Prasetyo, Rabu, 11 Maret 2026.

Pihak otoritas juga masih memberikan toleransi bagi pengendara yang belum memiliki kartu elektronik dengan menyediakan layanan pembayaran tunai di lokasi.

Manajer Operasional Pelabuhan Gilimanuk, Didi Juliansyah, menjelaskan bahwa peningkatan arus keluar Bali sudah terasa sejak Senin, 9 Maret 2026 malam. Mayoritas kepadatan terjadi pada waktu malam hingga dini hari yang didominasi oleh angkutan logistik.

"Kami telah menerapkan pola percepatan, khususnya di dermaga LCM. Lonjakan kendaraan barang ini kemungkinan terjadi karena para sopir mengejar waktu sebelum pemberlakuan pembatasan angkutan barang pada akhir pekan ini," kata Didi.

Terkait kedekatan waktu antara Hari Suci Nyepi dan Idulfitri tahun ini, otoritas pelabuhan terus menggencarkan imbauan agar masyarakat melakukan mudik lebih awal. Hal ini penting untuk menghindari penumpukan kendaraan yang ekstrem di ujung barat Pulau Dewata tersebut.

Sebagai informasi, operasional lintasan Gilimanuk-Ketapang akan dihentikan total selama 24 jam saat perayaan Nyepi. Berdasarkan prediksi, puncak arus mudik keluar Bali diperkirakan akan jatuh pada tanggal 17 hingga 18 Maret 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....