Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk H+7 Alami Fluktuasi

  • 30 Mar 2026 14:05 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Negara - Arus penyeberangan Lebaran 2026 pada lintasan Jawa–Bali dan Bali–Jawa hingga H+7 menunjukkan dinamika yang bervariasi, baik dari sisi jumlah penumpang maupun kendaraan.

Berdasarkan data Posko Ketapang selama 24 jam pada 29 Maret 2026, tercatat sebanyak 212 perjalanan kapal beroperasi melayani penyeberangan dari Jawa ke Bali. Jumlah penumpang yang menyeberang mencapai 56.365 orang, meningkat 12,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Untuk kendaraan, sepeda motor mendominasi dengan 12.458 unit atau naik signifikan sebesar 57 persen. Sementara itu, kendaraan roda empat tercatat 4.995 unit, sedikit menurun 0,6 persen. Penurunan juga terjadi pada angkutan logistik dan angkutan umum, masing-masing truk sebanyak 1.192 unit (turun 27,8 persen) dan bus 412 unit (turun 16,1 persen).

Secara keseluruhan, jumlah kendaraan yang menyeberang dari Jawa ke Bali pada H+7 mencapai 19.057 unit. Adapun akumulasi penumpang sejak H-10 hingga H+7 tercatat 568.520 orang, sedikit lebih rendah 2,7 persen dibandingkan tahun lalu. Sebaliknya, total kendaraan dalam periode yang sama mencapai 154.313 unit atau meningkat tipis 0,3 persen.

Di sisi lain, arus balik dari Bali ke Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk juga mencatat 212 trip kapal dalam periode yang sama. Jumlah penumpang tercatat 23.537 orang atau relatif stabil dengan penurunan tipis 0,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pergerakan kendaraan roda dua dari Bali ke Jawa mengalami peningkatan cukup tinggi, yakni 1.828 unit atau naik 45,5 persen. Namun, kendaraan roda empat tercatat 2.187 unit atau turun 1,2 persen. Penurunan juga terlihat pada truk sebanyak 1.173 unit (turun 9,1 persen) dan bus 394 unit (turun 9,8 persen). Total kendaraan yang menyeberang dari Bali ke Jawa pada H+7 mencapai 5.582 unit, meningkat 7,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, akumulasi penumpang sejak H-10 hingga H+7 mencapai 725.924 orang atau naik 0,8 persen. Jumlah kendaraan dalam periode tersebut tercatat 218.416 unit, meningkat 3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Data ini menunjukkan arus penyeberangan masih cukup tinggi meskipun mulai terjadi penyesuaian volume, seiring berakhirnya masa puncak arus mudik dan mulai berlangsungnya arus balik Lebaran.

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, menjelaskan bahwa pada saat lonjakan terjadi, kendaraan barang dialihkan sementara ke kantong parkir yang telah disiapkan. “Saat arus padat, kendaraan logistik kami arahkan ke buffer zone seperti Bulusan, Terminal Sri Tanjung, dan area Pusri. Setelah kondisi lebih landai, kendaraan tersebut dilayani kembali secara bertahap,” ujarnya.

Untuk menjaga kelancaran, hingga 32 kapal dioperasikan, dengan 18 kapal menerapkan pola Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB). Optimalisasi buffer zone di Grand Watudodol, Terminal Sri Tanjung, Bulusan, dan PT Pusri juga terus dilakukan. Meski beberapa titik terpantau padat oleh kendaraan logistik, kondisi tetap dalam kendali petugas.

Dengan tingkat keterisian pelabuhan mencapai sekitar 90 persen, proses pemuatan kendaraan ke kapal tetap berlangsung lancar di seluruh dermaga. Di tengah padatnya arus balik, ASDP juga mengingatkan pentingnya keselamatan perjalanan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....