Arus Balik ke Bali Masih Tinggi, ASDP Lakukan Percepatan Layanan

  • 31 Mar 2026 10:11 WIB
  •  Singaraja
RRI.CO.ID, Negara - Arus balik Lebaran 2026 di lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk terpantau bergerak dinamis. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengedepankan percepatan layanan sebagai strategi utama untuk menjaga kelancaran arus kendaraan sekaligus mengendalikan kepadatan.

Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Yossianis Marciano, mengatakan pengendalian arus tidak hanya ditentukan jumlah kapal, tetapi juga kecepatan proses layanan di pelabuhan. Menurutnya, penerapan pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) memungkinkan kapal tidak berlama-lama bersandar sehingga kendaraan dapat segera terangkut dan arus tetap berjalan.

Upaya percepatan juga dilakukan dengan memangkas waktu bongkar muat menjadi rata-rata sekitar 35 menit per siklus. Dengan durasi tersebut, rotasi kapal menjadi lebih cepat dan kapasitas layanan meningkat.

Ia mengakui antrean kendaraan masih terjadi saat puncak arus balik. Namun, selama kendaraan tetap bergerak, waktu tunggu dapat ditekan. Prinsip utama yang dijaga adalah memastikan arus kendaraan tidak berhenti.

Pada Senin 30 Maret 2026 sore, antrean kendaraan di akses masuk Pelabuhan Ketapang tercatat mencapai sekitar 5,8 kilometer. Kendaraan yang mendominasi antara lain mobil pribadi, truk sedang dan besar, serta bus yang terus bergerak menuju pelabuhan. Hingga Selasa 31 Maret 2026 pagi ini, kendaraan yang masuk ke Pelabuhan Ketapang masih terjadi.

"Untuk mengurai kepadatan, sebanyak 34 kapal dioperasikan di lintasan tersebut. Dari jumlah itu, 22 kapal menerapkan pola TBB di sejumlah dermaga, didukung tambahan kapal perbantuan guna menjaga ritme layanan tetap stabil," ucapnya.

Sementara itu, data reservasi tiket melalui aplikasi Ferizy menunjukkan sebanyak 164.881 unit kendaraan telah memesan tiket untuk periode H-10 hingga H+10 Lebaran. Hingga H+7, sebanyak 154.313 unit kendaraan tercatat sudah masuk ke Pelabuhan Ketapang, dengan potensi sisa kendaraan yang masih akan bergerak menuju pelabuhan.

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, menambahkan pengaturan arus kendaraan juga diperkuat dari sisi darat. Pengendalian dilakukan melalui buffer zone agar kedatangan kendaraan ke pelabuhan lebih teratur dan tidak menumpuk.

Puncak arus balik tercatat pada Minggu 29 Maret 2026 dengan total 56.365 penumpang dan 19.057 unit kendaraan menyeberang dari Jawa ke Bali. Sepeda motor dan mobil pribadi menjadi jenis kendaraan yang paling dominan.

Sejumlah kantong parkir seperti Grand Watudodol, Terminal Sri Tanjung, Bulusan, dan PT Pusri dimaksimalkan sebagai buffer zone untuk mengendalikan distribusi kendaraan. Koordinasi lintas instansi juga terus diperkuat guna menjaga kelancaran arus. Dengan percepatan layanan dan pengendalian arus yang terintegrasi, arus balik di lintasan Ketapang–Gilimanuk diharapkan tetap terkendali.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....