Cuaca Kering dan Ancaman Karhutla Masih Bayangi Sejumlah Wilayah Indonesia

  • 07 Okt 2026 05:53 WIB
  •  Serui
Poin Utama
  • Cuaca Kering dan Ancaman Karhutla
  • Bayangi Sejumlah Wilayah Indonesia

RRI.CO.ID, Serui - Kondisi cuaca di berbagai wilayah Indonesia pada periode 6 hingga 12 Oktober 2026 diprakirakan masih didominasi oleh cuaca kering. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat bersifat lokal yang sewaktu-waktu dapat terjadi di beberapa daerah.

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dominasi cuaca kering ini terlihat dari masih berlangsungnya hari tanpa hujan (HTH) dengan kategori panjang hingga ekstrem panjang. Bahkan, tercatat ada 1.869 titik wilayah yang masuk dalam kategori HTH ekstrem panjang.

Waspada Risiko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla)

Kondisi kering yang berkepanjangan ini turut meningkatkan kerawanan terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hingga saat ini, BMKG memantau sebaran titik panas (hotspot) yang masih cukup tinggi di beberapa pulau besar:

⦁ Sumatera: Terdeteksi sebanyak 261 titik panas.

⦁ Kalimantan: Terdeteksi sebanyak 212 titik panas.

⦁ Papua dan Maluku: Terdeteksi sebanyak 229 titik panas.

Menurut BMKG, minimnya pasokan uap air menjadi pemicu utama cuaca kering ini. Fenomena El Nino yang masih terpantau kuat, ditambah dengan indeks Indian Ocean Dipole (IOD) positif, turut menahan suplai uap air ke wilayah Indonesia. Alhasil, pada dasarian pertama bulan Oktober ini, sekitar 79,66 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan dalam kategori rendah.

Meski demikian, masyarakat diminta tidak lengah. Hujan lebat lokal masih berpotensi turun secara tiba-tiba dengan durasi dan cakupan yang bersifat setempat, sehingga kondisi cuaca antarwilayah bisa sangat bervariasi.

Jaga Kesehatan di Tengah Terik Matahari

Di tengah cuaca panas dan udara kering ini, BMKG juga mengeluarkan imbauan bagi masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan tubuh. Paparan sinar matahari yang terik serta aktivitas luar ruangan yang padat pada siang hari berisiko tinggi memicu dehidrasi dan kelelahan.

Untuk mengantisipasinya, Anda bisa menerapkan beberapa langkah sederhana berikut:

⦁ Gunakan tabir surya (sunscreen) untuk melindungi kulit dari paparan langsung sinar ultraviolet.

⦁ Cukupi kebutuhan cairan tubuh dengan memperbanyak minum air putih, terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan.

⦁ Kenali batas tubuh dan segera kurangi aktivitas di bawah terik matahari langsung apabila mulai merasa pusing, lelah, atau tidak enak badan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....