Kabut Asap Karhutla, Disdik Yapen Imbau Sekolah Kurangi Aktivitas Luar Ruangan
- 18 Sep 2026 09:51 WIB
- Serui
RRI.CO.ID, Serui - Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepulauan Yapen mengimbau seluruh satuan pendidikan mengurangi aktivitas di luar ruangan, menyusul kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang telah mengepung Kota Serui selama lebih sepekan terakhir. Imbauan tersebut ditujukan kepada seluruh jenjang pendidikan mulai dari PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA dan SMK.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepulauan Yapen, Chisson H. Marani, S.Sos., M.Si., mengatakan sekolah disarankan untuk tidak melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler maupun aktivitas olahraga di luar ruangan selama kondisi kabut asap masih berlangsung. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian untuk mengurangi paparan asap terhadap peserta didik maupun tenaga pendidik.
“Untuk semua jenjang pendidikan, PAUD, TK, SD, SMP, SMA/SMK agar tidak melakukan kegiatan ekstrakurikuler dan olahraga di luar ruangan kelas,” kata Chisson melalui pesan teks, Jumat, 18 September 2026.
Selain mengurangi aktivitas di luar ruangan, pihak sekolah juga diminta memperhatikan kebutuhan cairan peserta didik dengan memperbanyak konsumsi air putih. Menurut Chisson, langkah tersebut penting dilakukan untuk membantu mencegah dehidrasi selama kondisi lingkungan masih dipengaruhi kabut asap.
Meski demikian, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepulauan Yapen belum memiliki rencana untuk meliburkan kegiatan sekolah maupun menerapkan pembelajaran jarak jauh dari rumah. Kebijakan terkait aktivitas pembelajaran masih menunggu data pendukung mengenai kondisi kualitas udara di wilayah tersebut.
Chisson menjelaskan, diperlukan data dari Dinas Lingkungan Hidup yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah mengenai kualitas udara untuk menentukan langkah selanjutnya. Apabila kualitas udara dinyatakan berada di bawah ambang batas kesehatan, kondisi tersebut perlu dikelola, termasuk dalam menentukan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.
“Belum ada rencana untuk meliburkan atau dilakukannya pembelajaran jarak jauh dari rumah,” ujarnya. Ia menambahkan, keputusan tersebut membutuhkan data pendukung dari Dinas Lingkungan Hidup yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah.
Sementara itu, Chisson mengakui kondisi kabut asap yang terjadi saat ini merupakan kejadian di luar prediksi sehingga belum tersedia langkah pencegahan sebelumnya, termasuk pembagian masker bagi siswa maupun guru. Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga saat ini mengarahkan satuan pendidikan untuk membatasi aktivitas di luar ruangan dan menjaga kondisi peserta didik selama kabut asap masih terjadi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....