Dinkes Yapen Imbau Warga Waspadai Dampak Kabut Asap
- 15 Sep 2026 15:20 WIB
- Serui
RRI.CO.ID, Serui - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah menyelimuti Kota Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen, selama lebih dari sepekan. Kondisi tersebut mendapat perhatian Dinas Kesehatan karena paparan asap berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, terutama mata dan sistem pernapasan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Yapen, Karolis Tanawani, SKM., MPH., mengatakan paparan asap menjadi salah satu faktor yang dapat memicu gangguan pada saluran pernapasan. Hal tersebut disampaikannya dalam wawancara di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Yapen, Selasa, 15 September 2026.

Karolis menjelaskan, gangguan kesehatan yang paling cepat dirasakan akibat paparan asap dapat terjadi pada mata dan saluran pernapasan. Salah satu penyakit yang perlu diwaspadai adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA, terlebih jika masyarakat terus-menerus menghirup udara yang tercemar asap.
Menurut Karolis, masyarakat sebaiknya mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak memiliki keperluan yang mendesak selama kondisi kabut asap masih terjadi. “Kalau keperluannya tidak terlalu mendesak tidak usah keluar rumah, kalau memang punya kepentingan, saya imbau setiap aktivitas kita di Kota Serui yang sementara diliputi kabut asap ini menggunakan masker,” ujarnya.


Ia menambahkan, masker dapat membantu melindungi masyarakat dari udara yang tidak bersahabat selama kabut asap masih menyelimuti wilayah Serui. Masyarakat yang berkendara juga diimbau menggunakan kacamata atau helm untuk membantu melindungi mata dari paparan asap.
Karolis juga meminta masyarakat tetap menjaga kondisi tubuh dan imunitas dengan menerapkan pola hidup sehat, termasuk berolahraga. Masyarakat diminta tetap waspada karena belum dapat dipastikan sampai kapan kondisi kabut asap akan berlangsung.
Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Yapen berencana melakukan sosialisasi mengenai dampak kabut asap di sekolah-sekolah. Sementara itu, rencana pembagian masker kepada masyarakat masih dalam tahap perencanaan dan menunggu petunjuk pimpinan, mengingat adanya kebijakan efisiensi anggaran.
Karolis menyebut ISPA merupakan salah satu kasus yang cukup tinggi dan dikhawatirkan meningkat akibat paparan kabut asap yang berlangsung terus-menerus. “Kalau pribadi punya masker gunakan itu dulu sambil nanti langkah-langkah pemerintah secara konkret akan kita lakukan,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....