BMKG Ingatkan Waspada Cuaca Ekstrem di Kepulauan Yapen, 17-23 September 2026

  • 17 Sep 2026 13:32 WIB
  •  Serui

RRI.CO.ID, Serui - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Yapen untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem, kabut asap, suhu udara tinggi, hingga gelombang laut selama periode 17–23 September 2026.

BMKG menyebutkan, kondisi atmosfer yang relatif kering masih dipengaruhi musim kemarau dan penguatan El Niño. Secara nasional, sekitar 81 persen Zona Musim telah memasuki musim kemarau, sementara indeks Nino 3.4 tercatat +2,51. Kondisi tersebut meningkatkan potensi kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah.

Untuk Kepulauan Yapen, BMKG melalui pemantauan citra Satelit Himawari-9 mendeteksi adanya sebaran asap di sejumlah wilayah Papua, termasuk wilayah Kepulauan Yapen. Kabut asap berpotensi memengaruhi kualitas udara, kesehatan masyarakat, jarak pandang, serta aktivitas transportasi.

Di sisi lain, kondisi kering yang menyebabkan berkurangnya tutupan awan juga dapat meningkatkan paparan radiasi matahari dan suhu permukaan. BMKG mengimbau masyarakat, terutama anak-anak, lanjut usia, dan warga yang beraktivitas di luar ruangan, untuk menjaga kecukupan cairan tubuh, menggunakan pelindung dari paparan matahari, serta mengantisipasi dehidrasi dan kelelahan.

Meski kondisi kering masih dominan, potensi hujan sedang hingga lebat secara lokal tetap perlu diwaspadai. Aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial, Gelombang Kelvin, shearline atau belokan angin, serta pertemuan angin dapat mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah Kepulauan Yapen. Hujan lokal juga berpotensi disertai kilat atau petir dan angin kencang.

BMKG memperkirakan kondisi tersebut masih dapat berlangsung hingga 23 September 2026. Penguatan monsun Australia dalam beberapa hari terakhir turut memengaruhi pola angin di wilayah Kepulauan Yapen. Angin diprakirakan bertiup ke arah timur laut dengan kecepatan 4–20 knot.

Sementara itu, tinggi gelombang di perairan Kepulauan Yapen diprediksi berada pada kategori sedang, yakni 1,25–2,5 meter, dan dapat lebih tinggi terutama di wilayah perairan terbuka. Masyarakat pesisir dan pengguna transportasi laut diminta memperhatikan perkembangan informasi cuaca dan kondisi gelombang sebelum melakukan aktivitas.

BMKG juga mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah menghemat penggunaan air serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kekeringan dan karhutla. Warga diminta tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan cara membakar, terutama di kawasan yang mudah terbakar seperti semak belukar, hutan, dan lahan gambut, serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi titik api.

Ketika hujan disertai angin kencang terjadi, masyarakat diminta mewaspadai pohon atau dahan tumbang, baliho roboh, genangan, serta sambaran petir. Masyarakat juga diimbau menghindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, maupun bangunan yang rapuh saat cuaca buruk, masyarakat diharapkan tetap melakukan langkah antisipatif untuk mengurangi risiko cuaca ekstrem, kekeringan, kabut asap, dan kebakaran hutan dan lahan.

Informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini dapat dipantau melalui laman resmi BMKG, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial resmi @infobmkg.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....