Wellem Bonai Reses Kedua di Yapen, Serap Aspirasi Masyarakat dan Pemuda Adat
- 31 Agt 2026 07:28 WIB
- Serui
RRI.CO.ID, Serui – Anggota DPR Papua, Wellem Zaman Bonai, melaksanakan reses kedua di Kabupaten Kepulauan Yapen untuk menyerap, menampung, dan menindaklanjuti berbagai aspirasi, keluhan, serta pengaduan masyarakat, khususnya pemuda adat terkait proses pembangunan di Kabupaten Kepulauan Yapen.
Kegiatan reses tersebut merupakan bagian dari kewajiban anggota DPR Papua dalam menjalankan fungsi, tugas, dan tanggung jawab sebagai wakil rakyat.
Dalam kegiatan itu, Wellem Zaman Bonai meminta pemuda adat di Kabupaten Kepulauan Yapen tetap mempertahankan jati diri sebagai bagian penting dalam menjaga dan melestarikan adat istiadat serta budaya yang dimiliki masing-masing suku.
Wellem Zaman Bonai mengatakan, pemuda adat tidak hanya berperan dalam menjaga budaya, tetapi juga harus terlibat aktif dalam proses pembangunan di daerah.
“Pemuda adat harus tetap mempertahankan jati diri dan budaya masing-masing suku. Namun, di sisi lain, pemuda juga harus ikut berperan aktif dalam proses pembangunan,” ujar Wellem.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur di Kabupaten Kepulauan Yapen perlu mendapat perhatian serius, terutama pembangunan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat di kampung-kampung.
Salah satu persoalan yang masih menjadi perhatian dalam proses pembangunan adalah masalah tanah. Menurut Wellem, persoalan tanah kerap menjadi kendala dalam pelaksanaan pembangunan karena berkaitan erat dengan hak masyarakat adat serta keberadaan dewan adat di masing-masing wilayah.
“Persoalan tanah di Kabupaten Kepulauan Yapen sering menjadi permasalahan dalam pembangunan. Karena itu, hal ini perlu menjadi perhatian bersama, terutama karena berkaitan dengan dewan adat suku dan daerah,” jelasnya.
Ia menambahkan, dewan adat tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat maupun pemerintah daerah. Karena itu, koordinasi dan sinergi antara pemerintah, masyarakat adat, serta dewan adat dinilai penting agar pembangunan dapat berjalan dengan baik tanpa mengabaikan hak-hak masyarakat adat.
Dalam rangkaian reses tersebut, Wellem Bonai juga turun langsung ke Kampung Ketuapi dan mengikuti musyawarah kampung untuk mendengarkan berbagai keluhan serta aspirasi masyarakat.
Dari hasil musyawarah tersebut, salah satu kebutuhan yang paling banyak disampaikan masyarakat adalah ketersediaan air bersih.
“Setelah kami turun ke Kampung Ketuapi dan mengikuti musyawarah kampung, banyak aspirasi masyarakat yang disampaikan, salah satunya kebutuhan air bersih. Kami berharap pada tahun 2027 air bersih sudah dapat masuk ke setiap kampung yang membutuhkan,” kata Wellem.
Wellem berharap aspirasi yang disampaikan masyarakat melalui kegiatan reses tersebut dapat menjadi bahan perjuangan di lembaga legislatif sehingga kebutuhan dasar masyarakat, pembangunan infrastruktur, serta pelestarian adat dan budaya di Kabupaten Kepulauan Yapen mendapat perhatian dalam perencanaan pembangunan ke depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....