Peringati Hari Lingkungan Hidup, Pemerintah Waropen Tanam Tiga Ribu Mangrove
- 06 Jun 2026 08:28 WIB
- Serui
RRI.CO.ID, Waropen – Pemerintah Kabupaten Waropen menggelar Apel Gabungan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang dipusatkan di Pantai Wisata Ausiwerini Kali Sanggei, Distrik Ureifaisei, Jumat 5 Juni 2026. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penanaman 3.000 bibit pohon mangrove sebagai bentuk komitmen daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Apel gabungan yang mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim: Gerakan Indonesia ASRI” itu dipimpin langsung oleh Bupati Waropen, Drs. Fransiskus Xaverius Mote, M.Si. Kegiatan diikuti jajaran Pemerintah Kabupaten Waropen, DPRK Waropen, TNI-Polri, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat.
Dalam amanatnya, Bupati Fransiskus Xaverius Mote mengatakan bahwa apel gabungan tersebut tidak hanya menjadi sarana memperkuat disiplin, koordinasi, dan semangat pengabdian aparatur pemerintah daerah, tetapi juga momentum untuk menyatukan komitmen seluruh elemen masyarakat dalam menjaga lingkungan hidup.
“Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial tahunan, melainkan pengingat bahwa keberlangsungan kehidupan manusia sangat bergantung pada kualitas lingkungan yang dijaga bersama. Lingkungan yang sehat akan melahirkan masyarakat yang sehat, produktif, dan sejahtera,” ujarnya.
Menurut Bupati, tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 memiliki makna mendalam karena tantangan perubahan iklim tidak dapat diselesaikan hanya melalui diskusi dan perencanaan. Diperlukan langkah nyata melalui tindakan sederhana namun berkelanjutan yang memberikan manfaat langsung bagi lingkungan dan masyarakat.
Ia juga mengingatkan bahwa Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup mengamanatkan setiap warga negara memiliki hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat, sekaligus berkewajiban menjaga serta memelihara kelestarian fungsi lingkungan hidup.
“Kabupaten Waropen dianugerahi kekayaan alam yang luar biasa, mulai dari kawasan pesisir, sungai, hutan hingga ekosistem laut. Potensi tersebut merupakan modal penting pembangunan daerah yang harus dikelola secara bijaksana agar tetap memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun generasi mendatang,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPRK Waropen, Yeneke Suriana Kestya Dippan, S.Sos., mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Waropen atas pelaksanaan apel gabungan dan penanaman 3.000 bibit mangrove. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan langkah konkret dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup di Waropen.
Ia menegaskan bahwa DPRK Waropen akan terus menjalankan fungsi pengawasan sekaligus mendukung berbagai program pemerintah daerah yang berorientasi pada pelestarian lingkungan. Ia juga berharap sinergi antara pemerintah, DPRK, dan masyarakat dapat terus diperkuat demi menjaga kekayaan alam Waropen.
“DPRK Waropen juga mengusulkan agar pemerintah daerah mempertimbangkan penyusunan peraturan daerah tentang pelestarian lingkungan hidup. Melalui regulasi tersebut, masyarakat diharapkan memiliki kesadaran kolektif untuk menjaga hutan dan ekosistem mangrove, termasuk dengan menerapkan prinsip menanam kembali pohon sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kelestarian alam demi masa depan generasi emas Waropen,” ujar Yeneke.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....