Aksi Konvergensi Stunting Yapen Rampung, 584 Kasus Jadi Fokus Intervensi

  • 08 Mei 2026 20:17 WIB
  •  Serui

RRI.CO.ID, Serui - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen sukses melaksanakan Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Semester I Tahun 2026 yang berlangsung selama empat hari, sejak 5 hingga 8 Mei 2026. Kegiatan yang digelar di kantor DP2KB Yapen itu melibatkan seluruh operator distrik, puskesmas, serta organisasi perangkat daerah terkait.

Kegiatan tersebut dibuka dan ditutup langsung oleh Wakil Bupati Roi Palunga selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Kepulauan Yapen. Selama pelaksanaan kegiatan, peserta mengikuti sosialisasi petunjuk teknis, bimbingan penginputan data Bangda, rembuk stunting, hingga pembahasan regulasi pendukung percepatan penurunan stunting.

Pendamping TPPS, Sam Patoro Larobu S.H., M.H., memberikan apresiasi kepada Pemda Yapen karena menjadi daerah pertama di Papua yang melaksanakan aksi konvergensi selama empat hari penuh. “Dari sembilan kabupaten/kota di Provinsi Papua, baru Kabupaten Kepulauan Yapen yang melaksanakan aksi konvergensi sampai empat hari,” ujarnya, Jumat, 8 Mei 2026.

Baca Juga: Lapas Serui Gelar Ikrar Bersih HP Ilegal, Narkoba, Penipuan

Menurut Sam, aksi pertama hingga keempat difokuskan pada penguatan pemahaman tugas dan fungsi masing-masing pihak dalam penanganan stunting. “Aksi kedua adalah pelatihan bimbingan teknis pengelolaan website monitoring Bangda, dimana seluruh data semester satu diinput dalam sistem,” katanya.

Ia menambahkan, hasil kegiatan menunjukkan seluruh pihak mulai memahami tugas dan tanggung jawab dalam penanganan stunting, termasuk pengumpulan data kasus dan perencanaan program tahun 2027. Selain itu, data stunting sebanyak 584 kasus yang tersebar di sejumlah kampung menjadi dasar analisis dan kebijakan lanjutan pemerintah daerah.

Baca Juga: Pedagang Tinggalkan Kawasan Pemerintahan, Pasar Uri Jadi Pusat Jualan Baru

Sam juga menyoroti pentingnya dukungan lintas sektor, termasuk peran Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dalam memastikan kelengkapan dokumen identitas keluarga sasaran. Meski demikian, ia mengakui masih terdapat kendala seperti ketidakhadiran beberapa operator distrik dan kurang lengkapnya data yang dibawa peserta.

Sementara itu, Kepala DP2KB Kepulauan Yapen, Rosita M.Pd., menegaskan bahwa data menjadi hal penting dalam mengukur capaian program penurunan stunting. “Kalau tanpa data maka kita tidak bisa mengukur bagaimana capaian dari masing-masing dinas, sementara anggaran terus berjalan,” ucapnya.

Baca Juga: DP2KB Yapen Evaluasi Program Stunting lewat Aksi Konvergensi

Rosita berharap seluruh distrik dan OPD terus meningkatkan progres pelaporan hingga mencapai 100 persen pada semester pertama. “Saya sangat optimis dari 500 lebih kasus stunting ini, pada semester dua nanti Yapen akan hijau apabila seluruh intervensi dilakukan secara intensif dan tepat sasaran,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....