2 Bulan Mandek, MBG Mulai Disalurkan di SMP Negeri 1 Serui
- 11 Apr 2026 09:33 WIB
- Serui
SMP Negeri 1 Serui memberikan klarifikasi terkait belum diterimanya layanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama hampir dua bulan terakhir. Hal ini disampaikan dalam wawancara bersama Plt. Kepala Sekolah Rimbawati Iriani S.Pd dan perwakilan sekaligus mitra Yayasan Johan Edelweis, Ruslan Dalle, Jumat, 10 April 2026.
Rimbawati menjelaskan, keterlambatan terjadi akibat peralihan dapur penyedia MBG yang sebelumnya dilayani oleh dapur Titian Mas Yapen. “Terjadi pergantian, di mana SMP 1 dialihkan dapurnya tidak lagi di dapur Titian Mas Yapen tetapi di dapur Johan Edelweis,” ujarnya.
Ia menambahkan, selama masa peralihan yang bertepatan dengan bulan puasa, sekolah tidak menerima layanan MBG. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bagian dari sistem zonasi seiring bertambahnya dapur MBG baru di wilayah Serui.

“Memang selama bulan puasa kami tidak menerima pelayanan MBG, karena ada penyesuaian dengan sistem zonasi dapur,” kata Rimbawati. Ia menyebut, lokasi sekolah yang lebih dekat dengan dapur Johan Edelweis menjadi alasan utama peralihan tersebut.
Lebih lanjut, pihak sekolah memastikan bahwa layanan MBG telah kembali diterima sejak 9 April 2026. Rimbawati mengungkapkan, program tersebut memberikan dampak positif bagi siswa, terutama yang memiliki keterbatasan ekonomi.
“Sejak 9 April kami sudah kembali menerima pelayanan MBG dari dapur yang baru, dan ini sangat membantu siswa, terutama yang kebutuhan makannya kurang terpenuhi,” tuturnya. Ia juga mengakui sempat ada keluhan dari siswa selama layanan MBG terhenti.
Sementara itu, Ruslan Dalle menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan sekolah dan yayasan sebelumnya terkait peralihan layanan. Namun, pelaksanaan sempat tertunda karena bertepatan dengan libur panjang menjelang Lebaran.
| Baca juga: Belibis Papua Mandiri Tambah 3 Kapal Ekspres |
“Kami sudah ada pertemuan sebelum 18 Maret, tapi karena masuk libur panjang, layanan belum bisa dijalankan dan kami menunggu setelah libur selesai,” jelasnya. Ia menegaskan bahwa layanan mulai berjalan setelah seluruh persiapan selesai.

Ruslan juga mengungkapkan adanya kendala teknis dalam proses persiapan, termasuk keterbatasan peralatan. Selain itu, pihaknya juga menghadapi tantangan dalam penyediaan bahan pangan di wilayah Kepulauan Yapen.
“Kendala kami kemarin karena kekurangan ompreng dan juga bahan pangan, terutama buah-buahan yang cukup sulit didapat,” ungkap Ruslan. Ia berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah untuk membantu penyediaan bahan pangan melalui sektor pertanian.
Dengan dimulainya kembali penyaluran MBG sejak 9 April 2026, kedua pihak berharap program ini dapat berjalan lancar dan berkelanjutan. Program tersebut diharapkan mampu terus mendukung pemenuhan kebutuhan gizi siswa di SMP Negeri 1 Serui.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....