Sebulan Berdiri, Rumah Baca El-Shaddai Mengajar 32 Anak Calistung

  • 09 Apr 2026 06:11 WIB
  •  Serui

Rumah Baca Sahabat El-Shaddai di Gang Ewani, Kampung Warari, terus menunjukkan perkembangan positif setelah satu bulan beroperasi. Program belajar yang dijalankan mendapat antusias tinggi dari anak-anak di lingkungan tersebut.

Penanggung jawab rumah baca, Fony Flora Imbab, mengatakan kegiatan belajar difokuskan pada pengenalan huruf, membaca, dan berhitung. “Program rutin kita di sini pastinya belajar, kami mau meningkatkan anak-anak untuk dapat mengenal huruf kemudian mereka harus belajar tahu membaca dan berhitung,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).

Ia menjelaskan, kegiatan belajar mengajar dilaksanakan satu kali dalam seminggu, yakni setiap hari Rabu sore. “Kami buka seminggu sekali, tepatnya hari Rabu dari pukul 15.00 sampai 17.00 WIT, dan dari awalnya 10 anak sekarang sudah mencapai 32 anak,” katanya.

Baca Juga: https://rri.co.id/serui/regional/2249868/sambut-hut-wanita-gkpmi-el-shaddai-luncurkan-rumah-baca

Menurut Fony, anak-anak yang mengikuti kegiatan dibagi dalam beberapa kelompok sesuai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMP. Hal ini dilakukan agar proses belajar lebih efektif dan sesuai dengan kemampuan masing-masing anak.

Namun demikian, pihaknya masih menghadapi keterbatasan tenaga pengajar dalam menjalankan kegiatan belajar. “Kami kekurangan tenaga pengajar, saat ini hanya ada satu guru S.Pd., sementara yang lain adalah pegawai yang membantu secara sukarela,” ungkapnya.

Fony berharap adanya perhatian dari pemerintah untuk mendukung keberlangsungan rumah baca tersebut. “Kami berharap ke depan pemerintah boleh membantu kami, terutama menyediakan guru bahasa Indonesia, matematika, dan bahasa Inggris, mengingat ini merupakan semangat yang sama dalam peningkatan mutu pendidikan anak-anak di Yapen." tambahnya.

Baca Juga: https://rri.co.id/serui/regional/2316087/sekolah-penyetaraan-di-yapen-gelar-ujian-jangkau-siswa-terpencil

Meski dengan keterbatasan, perkembangan anak-anak dinilai cukup signifikan sejak rumah baca ini dibuka. “Puji Tuhan, ada anak yang awalnya belum mengenal huruf, sekarang sudah bisa mengenal huruf vokal seperti a, i, u, e, o,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Tonny Tesar S.Sos., Edward Norman Banua kemudian juga Clara Claudia Katoende, dan George Diamon Logianto, serta organisasi One Hope dan Sa Papua yang telah memberikan dukungan, baik berupa buku maupun bantuan dana awal. Ke depan, pihaknya berharap adanya dukungan dan bantuan pembangunan gedung dari Pemerintah Daerah, agar kegiatan belajar dapat berjalan lebih optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....