Anggota DPRP dan DPRK Hadiri Pemasangan Seng Gereja Getsemani Wanijan

  • 07 Mei 2026 06:16 WIB
  •  Serui

RRI.CO.ID, Serui - Anggota DPR Papua Barat, Edwar Norman Banua, bersama Anggota DPRK Kepulauan Yapen, Rian Hendrik, menghadiri kegiatan pemasangan seng atap Gereja Getsemani Wanijan di Kampung Sambraway, Distrik Yapen Utara, Selasa 5 Mei 2026.

Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam proses pembangunan rumah ibadah yang telah dimulai sejak tahun 2021. Pemasangan seng diawali dengan ibadah yang dipimpin oleh Badan Pekerja Klasis Yapen Utara, Pdt. Yusuf Bisai, dan dihadiri jemaat serta tokoh masyarakat setempat.

Pembangunan Gereja berdiri di atas lahan sumbangan lima marga, yakni Abon, Manggui, Awer, Sinabu, dan Ambokari.

Ketua Jemaat Getsemani Wanijan, Naftali Samakori, menyebut seluruh proses pembangunan sebagai wujud pertolongan Tuhan di tengah keterbatasan yang dihadapi jemaat.

“Kami menyadari segala keterbatasan yang ada. Jika dalam proses ini terdapat kekeliruan, kami mohon maaf kepada para pemilik hak ulayat. Kami percaya berkat Tuhan akan terus mengalir dalam kehidupan kita semua,” ujar Naftali.

Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan, Korneles Mara, menargetkan pembangunan gereja dapat selesai paling cepat pada 2028 dan paling lambat 2029.

“Mari kita tinggalkan perbedaan dan bersama-sama mendukung pembangunan ini demi generasi mendatang,” kata Korneles.

Kepala Kampung Sambraway, Daniel Abo, menegaskan bahwa pembangunan gereja bukan sekadar pekerjaan fisik, tetapi memiliki makna sosial dan spiritual bagi masyarakat.

“Gereja ini adalah simbol jati diri masyarakat. Di bawah atap ini, anak-anak akan belajar kasih, perselisihan didamaikan, dan rencana-rencana besar kampung akan didoakan,” ujarnya.

Daniel juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat gotong royong serta memastikan gereja nantinya aktif digunakan untuk kegiatan ibadah. Dalam kesempatan yang sama, Anggota DPR Papua Barat, Edwar Norman Banua, menyampaikan apresiasi atas sambutan masyarakat serta menegaskan komitmennya untuk mendukung pembangunan sarana keagamaan.

“Gereja bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan mental dan sosial masyarakat. Pembangunan ini adalah tanggung jawab bersama, baik pemerintah, wakil rakyat, maupun jemaat,” kata Edwar.

Ia berharap bantuan seng yang diberikan dapat mempercepat proses pembangunan serta mendorong masyarakat untuk tetap menjaga kekompakan.

Perwakilan keluarga Banua, Yance Kuna Banua, turut menyatakan kesiapan untuk terus membantu hingga tahap penyelesaian pembangunan, termasuk pekerjaan plafon. Di sisi lain, Pdt. Yusuf Bisai menyampaikan terima kasih atas dukungan seluruh pihak, khususnya keluarga Banua, seraya mendoakan kelancaran proses pembangunan serta kesehatan bagi semua yang terlibat.

Diketahui, pembangunan Gereja Getsemani Wanijan telah berlangsung sejak 2021 dan terus berlanjut berkat dukungan berbagai pihak dengan target penyelesaian paling lambat tahun 2029.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....