Anggota DPRK Rian Hendrik Tanggapi Aspirasi Tenaga Guru

  • 20 Jan 2026 16:25 WIB
  •  Serui

RRI.CO.ID, Serui – Anggota DPRK Kepulauan Yapen, Rian Hendrik, menanggapi aspirasi sejumlah tenaga guru terkait belum dibayarkannya Tunjangan Khusus Guru Tahun 2025. Aspirasi tersebut disampaikan langsung oleh para tenaga pendidik saat mendatangi ruang kerja Rian Hendrik. Selasa 20 Januari 2026.

Rian Hendrik menjelaskan, beberapa guru mengeluhkan telah memiliki Surat Keputusan (SK) sebagai penerima tunjangan, namun hingga kini belum menerima hak mereka secara penuh.

“Beberapa tenaga pendidikan datang dan menyampaikan keluhan bahwa mereka memiliki SK penerima tunjangan khusus guru, namun sampai sekarang belum menerima pembayaran sesuai ketentuan,” ujar Rian Hendrik.

Ia menambahkan, Komisi C DPRK Kepulauan Yapen telah menerima dan menindaklanjuti aspirasi tersebut. Saat ini, pihak DPRK masih menunggu klarifikasi dan jawaban resmi dari dinas terkait.

“Dari DPRK, khususnya Komisi C, aspirasi ini sudah kami terima. Selanjutnya kami akan berkoordinasi dan menunggu penjelasan dari dinas teknis agar persoalan ini segera ada kejelasan,” katanya.

Rian berharap ke depan tidak lagi terjadi permasalahan serupa yang merugikan tenaga pendidik.

“Harapan kami, di tahun 2026 tidak ada lagi keluhan dari para guru terkait tunjangan. Ini menyangkut kesejahteraan dan semangat mereka dalam mendidik generasi muda,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD YPK Petrus Karawi, Agustinus Kakisina, S.Pd, mengatakan kedatangannya bersama beberapa guru ke DPRK merupakan bentuk penyampaian aspirasi terkait tunjangan khusus guru tahun 2025 yang belum dibayarkan.

“Kami mewakili guru-guru di SD YPK Petrus Menawi yang sudah memiliki SK penerima tunjangan khusus, namun sampai saat ini belum menerima hak tersebut,” jelas Agus.

Ia mengungkapkan, tunjangan yang sempat dibayarkan hanya triwulan III tahun 2025, sementara triwulan IV dan V belum direalisasikan.

“Kami sudah menyampaikan persoalan ini ke dinas terkait, namun belum ada tanggapan. Karena itu, kami berharap dengan mendatangi Komisi C DPRK Kepulauan Yapen, ada jalan keluar dan solusi bagi kami,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....