Peletakan Batu Pertama Pembangunan Tugu 100 Injil Masuk Randawaya II Warironi
- 30 Mei 2026 06:16 WIB
- Serui
RRI.CO.ID, Serui – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen bersama tokoh agama, masyarakat, dan panitia pembangunan menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Tugu Peringatan 100 Tahun Pekabaran Injil di Randawaya, Warironi, Kamis 28 Mei 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Yapen Oktovianus Ayorbaba, perwakilan DPRK Yapen Rian Hendrik, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua Pdt. Klemens Taran, S.Ag, serta tokoh gereja dan masyarakat setempat.
Plh Sekda Kepulauan Yapen Oktovianus Ayorbaba saat membaca sambutan Bupati Kepulauan Yapen Benyamin Arisoy menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, pihak gereja, dan masyarakat yang telah berinisiatif membangun tugu peringatan tersebut sebagai simbol iman dan sejarah masuknya Injil di wilayah Randawaya.
“Kami memberikan penghormatan kepada seluruh panitia, pihak gereja, tokoh masyarakat, dan semua pihak yang telah berinisiatif membangun tugu ini sebagai simbol iman, sejarah, dan karya keselamatan Tuhan di tanah ini,” ujarnya.

Menurutnya, peringatan 100 tahun Pekabaran Injil bukan sekadar mengenang perjalanan sejarah masuknya Injil, tetapi juga menjadi momentum untuk mengingat kembali bagaimana firman Tuhan membawa perubahan hidup masyarakat.
“Injil telah menghadirkan damai sejahtera, persaudaraan, pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga membangun peradaban masyarakat sampai hari ini,” kata Oktovianus.
Ia berharap tugu tersebut dapat menjadi pengingat bagi generasi muda agar terus menjaga iman, memelihara persatuan, dan mengamalkan nilai kasih dalam kehidupan sehari-hari.
“Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Yapen menyambut baik pembangunan tugu peringatan ini sebagai bagian dari pelestarian sejarah rohani masyarakat sekaligus penguatan nilai spiritual dalam kehidupan sosial kemasyarakatan,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Ketua I Panitia Pembangunan Tugu 100 Tahun Injil di Randawaya II, Nataniel Marasi, mengatakan pembangunan tugu menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menuju peringatan satu abad Pekabaran Injil pada tahun 2027 mendatang.
“Peletakan batu pertama ini menandai dimulainya pembangunan tugu sebagai warisan nilai sejarah dan budaya bagi generasi penerus,” ujarnya.
Nataniel menambahkan, seluruh proses perencanaan pembangunan dilakukan dengan melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga kampung setempat agar pembangunan dapat berjalan bersama-sama.

Perwakilan DPRK Yapen, Rian Hendrik, dalam kesempatan tersebut juga mengajak masyarakat untuk menghargai perjuangan para pendahulu dalam membawa Injil ke Randawaya II.
“Kita harus menghargai perjuangan para pendahulu yang telah membawa Injil sampai ke Randawaya II,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan, Rian Hendrik secara pribadi memberikan bantuan dana dan berkomitmen akan membantu material pembangunan berupa semen untuk mendukung pembangunan tugu tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....