Kenapa Kita Sering Ingin Makan saat Sedang Stres?
- 19 Sep 2026 15:44 WIB
- Serui
RRI.CO.ID, Serui - Pernahkah Anda merasa ingin makan camilan, minum minuman manis, atau mencari makanan favorit saat sedang banyak pikiran? Mulai dari tugas yang menumpuk, pekerjaan yang melelahkan, hingga masalah sehari-hari, stres sering kali membuat seseorang lebih mudah tergoda untuk makan, bahkan ketika sebenarnya tidak terlalu lapar.
Fenomena ini cukup umum terjadi dan sering disebut sebagai emotional eating atau makan karena emosi. Artinya, seseorang makan bukan karena kebutuhan energi tubuh, melainkan sebagai cara untuk mencari rasa nyaman atau mengurangi tekanan yang sedang dirasakan.
Lalu, mengapa stres bisa membuat kita lebih ingin makan?
1. Hormon stres dapat memengaruhi rasa lapar
Saat seseorang mengalami stres, tubuh akan menghasilkan hormon kortisol. Hormon ini berperan membantu tubuh menghadapi situasi yang dianggap menekan.
Namun, peningkatan kadar kortisol juga dapat memicu rasa lapar dan keinginan untuk mengonsumsi makanan tertentu, terutama yang tinggi gula, lemak, atau garam.
Itulah sebabnya, saat sedang stres, banyak orang lebih memilih makanan manis, gorengan, cokelat, atau camilan lainnya.
| Baca juga: 5 Cara Menetralkan Asam Lambung dengan Cepat |
2. Makanan dapat memberikan rasa nyaman sementara
Makanan tertentu dapat memicu pelepasan zat kimia di otak yang berkaitan dengan perasaan senang dan nyaman.
Ketika seseorang merasa cemas, sedih, atau lelah, makanan terkadang menjadi cara cepat untuk memperbaiki suasana hati, meskipun efeknya biasanya hanya berlangsung sementara.
Tidak heran jika banyak orang merasa lebih tenang setelah menikmati makanan favoritnya saat sedang menghadapi tekanan.
3. Kurang tidur juga dapat memperburuk keadaan
Stres sering kali membuat kualitas tidur menurun. Padahal, kurang tidur dapat memengaruhi hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang.
Akibatnya, seseorang bisa lebih mudah lapar, lebih sering menginginkan makanan manis, dan cenderung makan dalam porsi lebih banyak dari biasanya.
Karena itu, stres dan kurang tidur sering menjadi kombinasi yang membuat pola makan berubah.
4. Tidak semua rasa lapar berasal dari kebutuhan tubuh
Ada perbedaan antara lapar fisik dan lapar emosional.
Lapar fisik muncul secara bertahap dan dapat dipenuhi dengan berbagai jenis makanan. Sementara itu, lapar emosional biasanya datang tiba-tiba dan sering kali disertai keinginan kuat terhadap makanan tertentu.
Mengenali perbedaan ini dapat membantu seseorang memahami apakah ia benar-benar membutuhkan makanan atau hanya sedang mencari pelampiasan emosi.
5. Ada cara lain untuk mengelola stres selain makan
Makan sesekali untuk mencari kenyamanan bukanlah hal yang salah. Namun, jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan ini dapat memengaruhi kesehatan.
Beberapa cara sederhana yang dapat dicoba untuk mengurangi stres antara lain:
* Berjalan santai atau berolahraga ringan.
* Mendengarkan musik.
* Berbincang dengan keluarga atau teman.
* Melakukan hobi yang disukai.
* Mengatur waktu istirahat dan tidur yang cukup.
* Melatih pernapasan atau relaksasi.
Keinginan untuk makan saat stres merupakan hal yang umum dan dapat dialami siapa saja. Hal ini berkaitan dengan perubahan hormon, emosi, serta kebiasaan yang terbentuk dalam kehidupan sehari-hari.
Yang terpenting adalah mengenali penyebabnya dan mencari cara yang lebih sehat untuk mengelola stres. Dengan begitu, kita tidak hanya menjaga suasana hati, tetapi juga kesehatan tubuh dalam jangka panjang.
Jadi, saat sedang stres, apakah Anda benar-benar lapar, atau sebenarnya hanya membutuhkan waktu untuk beristirahat dan menenangkan diri?
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....