Lima Keuntungan Psikologis kalau Kamu Terbiasa Makan Pelan

  • 22 Jun 2026 09:30 WIB
  •  Serui
Poin Utama
  • Judul: Jangan Buru-Buru
  • menikmati makanan dengan santai dan perlahan

RRI.CO.ID, Serui - Kebiasaan makan pelan ternyata tidak cuma bagus untuk pencernaan dan timbangan berat badan, lho. Ilmu pengetahuan membuktikan bahwa kecepatan kita saat mengunyah makanan punya dampak langsung terhadap kesehatan mental, emosi, hingga kesadaran diri.

Dikutip dari Times of India, mereka yang terbiasa menikmati makanan dengan santai dan perlahan ternyata mendapatkan 5 keuntungan psikologis berikut ini:

1. Sinyal Kenyang Tubuh Jadi Lebih Akurat

Secara ilmiah, usus kita butuh waktu sekitar 20 menit sejak suapan pertama untuk mengirimkan sinyal kenyang ke otak.

Orang yang makan cepat (di bawah 10 menit): Biasanya makan berlebihan karena makanan sudah habis sebelum otak sempat menerima sinyal kenyang.

Orang yang makan pelan: Memberi waktu bagi tubuh untuk 'berkomunikasi' dengan otak. Hal ini melatih kesadaran interoseptif yaitu kemampuan psikologis untuk membaca sinyal internal tubuh dan mengatur emosi dengan lebih baik.

2. Kebal dari Emotional Eating Saat Stres

Saat stres kronis, hormon kortisol akan melonjak dan memicu kita untuk makan secepat mungkin sebagai pelampiasan instan. Makan secara perlahan justru menjadi rem alami yang mengaktifkan korteks prefrontal (bagian otak pengambil keputusan rasional). Dengan memperlambat kunyahan, Anda sedang melatih regulasi emosi agar tidak menjadikan makanan sebagai pelarian stres.

3. Lebih Puas Makan dan Jarang Cravings (Pengin Ngemil)

Menurut riset dari Harvard Health, makan secara perlahan membuat sistem sensorik otak memproses rasa, aroma, dan tekstur makanan secara utuh. Hasilnya, Anda akan merasa jauh lebih puas secara psikologis. Sebaliknya, orang yang makan terlalu cepat kehilangan pengalaman sensorik ini, sehingga mereka sering merasa "kurang puas" dan berakhir mencari camilan lain meski kalorinya sudah tercukupi.

3.4. Kontrol Emosi yang Lebih Baik Terhadap Makanan

Studi dalam Nutrition Research Reviews mencatat bahwa makan dengan tenang dan sadar dapat menurunkan reaktivitas amigdala (pusat emosi dan kewaspadaan). Makan pelan melatih sistem saraf Anda untuk tetap rileks di hadapan makanan, sehingga Anda terhindar dari dorongan makan berlebihan akibat cemas atau sedih.

5. Punya Hubungan yang Sehat dengan Makanan dalam Jangka Panjang

Penelitian tahun 2025 dalam jurnal Frontiers in Nutrition terhadap 990 orang dewasa membuktikan bahwa mereka yang makan secara sadar dan intuitif memiliki tingkat stres mental yang jauh lebih rendah. Makan pelan menumbuhkan kesadaran tanpa menghakimi. Anda akan memandang makanan sebagai sumber gizi dan petualangan rasa, bukan sebagai tugas yang harus cepat selesai atau musuh yang memicu rasa bersalah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....