Benarkah Makanan Bersantan Pasti Bikin Kolesterol Melonjak? Ini Faktanya

  • 07 Sep 2026 09:45 WIB
  •  Serui

RRI.CO.ID, Serui - Makanan bersantan sering kali langsung ditunjuk sebagai biang kerok utama saat kadar kolesterol tubuh melonjak. Tak heran, banyak orang yang memilih untuk menghindari gulai, rendang, atau soto santan demi menjaga kesehatan jantung. Namun, apakah santan benar-benar seburuk itu untuk kadar kolesterol?

Kandungan Nutrisi dalam Santan

Santan terbuat dari parutan daging kelapa murni yang dicampur dengan air. Secara alami, kelapa tidak mengandung kolesterol sama sekali, karena kolesterol hanya ditemukan dalam produk nabati atau hewani tertentu.

Meski bebas kolesterol, santan memang mengandung lemak jenuh dalam jumlah yang cukup tinggi. Lemak jenuh inilah yang jika dikonsumsi berlebihan dapat merangsang hati untuk memproduksi lebih banyak kolesterol jahat (LDL) di dalam tubuh.

Fakta Hubungan Santan dan Kolesterol

Santan tidak serta-merta menyebabkan kolesterol melonjak seketika. Dampaknya terhadap tubuh sangat bergantung pada beberapa faktor penting:

  • Cara Pengolahan: Santan murni yang dimasak sebentar sebenarnya mengandung medium-chain triglycerides (MCT), yaitu jenis lemak yang lebih mudah diubah tubuh menjadi energi. Masalah timbul ketika santan dimasak berulang kali atau dalam waktu yang sangat lama, yang dapat mengubah struktur lemaknya menjadi lebih tidak sehat.

  • Bahan Pelengkap: Santan sering kali dimasak bersama bahan makanan tinggi kolesterol dan lemak jenuh lain, seperti daging merah berdaging tebal, jeroan, atau otak. Kombinasi inilah yang sebenarnya memicu lonjakan kolesterol tinggi, bukan santan semata.

  • Porsi Konsumsi: Mengonsumsi hidangan bersantan dalam porsi wajar tidak akan langsung merusak kadar kolesterol, selama diimbangi dengan pola makan bergizi seimbang.

Tips Aman Menikmati Makanan Bersantan

Bagi yang tetap ingin menikmati olahan santan tanpa khawatir kolesterol naik, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:

  • Batasi porsi dan frekuensi konsumsi, misalnya cukup 1–2 kali seminggu.

  • Hindari memanaskan makanan bersantan berulang kali.

  • Padukan masakan bersantan dengan serat tinggi, seperti sayuran segar atau buah-buahan, untuk membantu mengikat lemak di saluran pencernaan.

  • Pilih protein rendah lemak seperti dada ayam tanpa kulit atau ikan sebagai bahan utama olahan santan.

Santan bukanlah makanan yang harus sepenuhnya dimusuhi. Kunci utamanya terletak pada kontrol porsi, pemilihan bahan pendamping yang tepat, serta cara pengolahan yang sehat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....