Kolesterol Tinggi Tampak dari Kulit hingga Kaki, Bagaimana Mengenalinya?
- 09 Agt 2026 08:48 WIB
- Serui
Poin Utama
- Perubahan pada kulit, mata, atau tendon memang dapat ditemukan pada sebagian orang dengan kadar kolesterol yang sangat tinggi, terutama pada hiperkolesterolemia familial
- Jangan menunggu muncul benjolan pada kulit atau keluhan pada kaki untuk memeriksa kolesterol. Pemeriksaan profil lipid dapat membantu mengetahui kadar LDL, HDL, trigliserida, dan komponen lipid lainnya.
- Pedoman pengelolaan dislipidemia terbaru juga menekankan pentingnya penilaian risiko secara menyeluruh, bukan hanya melihat satu angka kolesterol.
RRI.CO.ID, Serui - Kolesterol tinggi sering disebut sebagai kondisi yang “diam-diam” karena banyak orang tidak merasakan gejala yang jelas. Seseorang bisa memiliki kadar kolesterol LDL yang tinggi tanpa mengalami keluhan apa pun selama bertahun-tahun. Namun, pada kondisi tertentu, terutama ketika kadar kolesterol sangat tinggi atau berkaitan dengan faktor genetik, beberapa tanda dapat muncul pada kulit, mata, tangan, hingga kaki.
Mengenali gejala kolesterol tinggi penting dilakukan bukan untuk mendiagnosis penyakit hanya dari perubahan fisik, tetapi sebagai langkah awal agar seseorang menyadari pentingnya pemeriksaan kesehatan. Pasalnya, kolesterol LDL yang tinggi dalam jangka panjang dapat berkontribusi terhadap penumpukan plak di pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
Benarkah Kolesterol Tinggi Bisa Terlihat dari Kulit?
Pada sebagian orang, terutama mereka yang mengalami hiperkolesterolemia familial, kadar LDL dapat sangat tinggi akibat faktor keturunan. Kondisi ini dapat menyebabkan munculnya endapan kolesterol pada jaringan tertentu.
Salah satu tanda yang dapat terlihat adalah xanthoma, yaitu benjolan atau endapan berwarna kekuningan yang terjadi akibat penumpukan lemak di bawah kulit. Endapan tersebut dapat muncul di sekitar tendon, tangan, siku, atau bagian tubuh lainnya.
Selain itu, terdapat pula xanthelasma, yaitu bercak atau benjolan kekuningan yang biasanya muncul di sekitar kelopak mata. Meski demikian, keberadaan bercak kekuningan di sekitar mata tidak otomatis berarti seseorang memiliki kolesterol tinggi. Kondisi kulit tertentu juga dapat menyebabkan perubahan serupa sehingga pemeriksaan medis tetap diperlukan.
Pada hiperkolesterolemia familial, endapan kolesterol juga dapat terjadi pada tendon Achilles di belakang pergelangan kaki. American Heart Association menyebutkan bahwa penumpukan kolesterol pada tendon Achilles, tangan, atau siku merupakan salah satu tanda fisik yang dapat ditemukan pada kondisi tersebut.
Tanda pada Mata yang Perlu Diperhatikan
Selain kulit, perubahan tertentu pada mata juga dapat berkaitan dengan kadar kolesterol yang sangat tinggi. Salah satunya adalah corneal arcus, yaitu munculnya lingkaran berwarna putih, abu-abu, atau kekuningan pada tepi kornea.
Namun, tanda ini tidak selalu menunjukkan kolesterol tinggi. Corneal arcus juga dapat muncul sebagai bagian dari proses penuaan. Karena itu, seseorang tidak sebaiknya menyimpulkan dirinya mengalami kolesterol tinggi hanya berdasarkan perubahan pada mata.
Jika perubahan tersebut muncul pada usia relatif muda, terlebih jika disertai riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi atau penyakit jantung pada usia dini, pemeriksaan kadar kolesterol menjadi semakin penting.
Bagaimana Kolesterol Tinggi Berkaitan dengan Kaki?
Pertanyaan mengenai hubungan kolesterol tinggi dengan kaki cukup sering muncul. Sebenarnya, kolesterol tinggi tidak selalu menyebabkan kaki terasa sakit secara langsung.
Masalah dapat terjadi ketika kadar LDL yang tinggi berkontribusi terhadap proses aterosklerosis, yaitu terbentuknya plak pada dinding pembuluh darah. Jika pembuluh darah yang menuju tungkai menyempit, aliran darah ke kaki dapat terganggu.
Kondisi yang dikenal sebagai penyakit arteri perifer atau peripheral artery disease (PAD) dapat menyebabkan keluhan seperti nyeri atau rasa tidak nyaman pada kaki ketika berjalan. Dalam kondisi tertentu, sirkulasi darah yang buruk juga dapat menimbulkan masalah pada jaringan kaki.
Karena itu, keluhan kaki tidak boleh langsung dianggap sebagai “gejala kolesterol tinggi”. Nyeri kaki memiliki banyak kemungkinan penyebab. Namun, jika keluhan muncul terutama saat berjalan dan membaik setelah beristirahat, sebaiknya jangan diabaikan dan perlu dibicarakan dengan tenaga kesehatan.
Siapa yang Perlu Lebih Waspada?
Risiko kolesterol tinggi dapat dipengaruhi oleh pola makan, kurang aktivitas fisik, berat badan berlebih, paparan rokok, serta faktor keturunan. Riwayat keluarga juga perlu diperhatikan.
Seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan kolesterol sangat tinggi atau mengalami serangan jantung pada usia relatif muda sebaiknya lebih proaktif melakukan pemeriksaan. Pada hiperkolesterolemia familial, faktor genetik membuat tubuh lebih sulit mengeluarkan LDL dari aliran darah sehingga kadar kolesterol dapat sangat tinggi sejak usia muda.
| Baca juga: Mengapa Apel Baik Dikonsumsi Setiap Hari? |
Jika kondisi tersebut ditemukan pada satu anggota keluarga, anggota keluarga lainnya juga dapat disarankan menjalani pemeriksaan. Deteksi lebih awal memungkinkan pengelolaan dilakukan sebelum risiko penyakit jantung dan stroke meningkat lebih jauh.
Jangan Hanya Mengandalkan Ciri Fisik
Melihat bercak kuning di sekitar mata, benjolan pada kulit, atau merasakan nyeri pada kaki memang dapat membuat seseorang bertanya-tanya apakah dirinya mengalami kolesterol tinggi. Namun, tanda-tanda tersebut tidak cukup untuk memastikan diagnosis.
Hal terpenting adalah melakukan pemeriksaan secara berkala, terutama bagi orang yang memiliki faktor risiko. Dokter dapat menilai hasil pemeriksaan kolesterol bersama usia, riwayat kesehatan, riwayat keluarga, tekanan darah, kebiasaan hidup, serta faktor risiko kardiovaskular lainnya.
Perubahan gaya hidup juga menjadi bagian penting dalam menjaga kadar kolesterol. Pola makan yang lebih sehat, aktivitas fisik teratur, menjaga berat badan, serta menghindari rokok dapat membantu mendukung kesehatan jantung. Pada orang tertentu, perubahan gaya hidup saja mungkin belum cukup sehingga dokter dapat mempertimbangkan terapi penurun kolesterol sesuai kondisi masing-masing.
Pada akhirnya, kolesterol tinggi memang dapat meninggalkan tanda pada kulit hingga kaki dalam kondisi tertentu, tetapi sebagian besar orang justru tidak memiliki gejala yang khas. Karena itu, jangan menunggu tubuh memberikan tanda sebelum melakukan pemeriksaan. Mengetahui kadar kolesterol sejak dini dapat menjadi langkah sederhana untuk membantu menjaga kesehatan pembuluh darah dan jantung dalam jangka panjang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....