Suka Makan Bakwan? Ini Batas Aman Konsumsinya agar Kolesterol Tetap Terkendali

  • 19 Jun 2026 13:06 WIB
  •  Serui

RRI.CO.ID, Serui - Siapa yang bisa menolak godaan bakwan yang baru diangkat dari wajan? Hangat, garing di luar, lembut di dalam, ditambah gigitan cabai rawit hijau yang pedas menggigit. Bakwan—atau yang akrab disebut bala-bala, ote-ote, atau heci di berbagai daerah—memang menyandang predikat sebagai salah satu gorengan "sejuta umat" yang paling dicintai di Indonesia.

Namun, di balik kelezatannya yang bikin nagih, ada lampu kuning yang selalu mengintai: kolesterol dan lemak jenuh. Karena isinya adalah sayuran (wortel, kol, tauge), banyak dari kita yang merasa "aman-aman saja" saat menghabiskan 3 sampai 5 bakwan dalam sekali duduk. Padahal, musuh utamanya bukan pada sayurnya, melainkan pada adonan tepung dan minyak gorengnya.

Lalu, apakah kita harus berhenti total makan bakwan? Tentu tidak perlu seekstrem itu. Kuncinya ada pada kendali dan porsi. Yuk, simak batas aman dan trik konsumsi bakwan agar kolesterol Anda tetap aman terkendali!

Mengapa Bakwan Bisa Memicu Kolesterol?

Masalah utama bakwan terletak pada metode deep frying (menggoreng dengan minyak terendam banyak) dan penggunaan minyak goreng secara berulang-ulang oleh pedagang.

Proses ini mengubah minyak goreng menjadi lemak trans (trans fat). Lemak trans inilah yang menjadi jahat karena bekerja ganda di dalam tubuh kita: menaikkan kolesterol jahat (LDL) sekaligus menurunkan kolesterol baik (HDL). Selain itu, adonan tepung terigu yang tebal bertindak seperti spons yang menyerap minyak dalam jumlah besar.

Batas Aman Konsumsi Bakwan

Menurut para ahli gizi, batas aman konsumsi gorengan sejenis bakwan untuk orang dewasa sehat adalah 1 hingga maksimal 2 buah saja dalam sehari. Dan ini sebaiknya tidak dilakukan setiap hari (cukup 2-3 kali saja dalam seminggu).

Sebagai gambaran, satu buah bakwan berukuran sedang rata-rata mengandung sekitar 130 hingga 150 kalori, tergantung ketebalan tepung dan intensitas minyaknya. Jika Anda makan 4 buah bakwan, kalori yang masuk sudah setara dengan sepiring besar nasi padang, namun dengan nilai nutrisi yang jauh lebih rendah dan lemak jenuh yang jauh lebih tinggi.

Trik Cerdas Menikmati Bakwan Tanpa Cemas Kolesterol

Jika Anda belum bisa berpaling dari bakwan, Anda bisa menerapkan beberapa strategi "kompromi" berikut ini agar tubuh tidak kaget:

  • Gunakan Trik "Tisu Pengering": Sebelum menyantap bakwan, terutama yang dibeli di luar, tiriskan atau tepuk-tepuk permukaan bakwan menggunakan tisu khusus dapur (paper towel) untuk menyerap sisa minyak yang menggenang di permukaannya.

  • Imbangi dengan Air Putih Hangat: Hindari mendampingi bakwan dengan es teh manis atau kopi bersusu. Pilihlah air putih hangat atau teh hijau hangat tanpa gula. Air hangat membantu "meluruhkan" rasa seret dan minyak di tenggorokan, sementara teh hijau kaya akan antioksidan yang baik untuk pembuluh darah.

  • Kompensasi Makanan Pendamping: Jika sore hari Anda sudah "jatah" makan 2 buah bakwan, pastikan menu makan malam Anda terbebas dari gorengan. Pilihlah makanan yang direbus, dikukus, atau dibakar untuk menyeimbangkan asupan lemak harian.

  • Bikin Sendiri Versi "Low-Oil": Cara paling aman adalah membuat bakwan sendiri di rumah. Anda bisa mengontrol kebersihan minyak (gunakan minyak baru) atau beralih menggunakan Air Fryer untuk mematangkan bakwan dengan minyak yang sangat minimal atau bahkan tanpa minyak sama sekali.


Bakwan tidak perlu dimusuhi atau dianggap sebagai "makanan terlarang". Gorengan ini tetap bisa menjadi pelengkap momen santai sore Anda, asalkan Anda tahu kapan harus berhenti. Ingatlah aturan emasnya: rasanya yang dinikmati, bukan jumlahnya yang dikejar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....