Wabah Salmonella Diduga Dipicu Mi Instan Rasa Ayam

  • 08 Jul 2026 18:01 WIB
  •  Serui
Poin Utama
  • Kronologi Wabah Salmonella
  • Diduga Dipicu Mi Instan Rasa Ayam

RRI.CO.ID, Serui - Kasus infeksi bakteri Salmonella Stanley tengah menjadi perhatian serius di daratan Eropa. Otoritas kesehatan internasional kini mengarahkan penyelidikan mereka pada satu komoditas pangan yang sangat populer di masyarakat: mi instan berbumbu rasa ayam.

Dikutip dari detikhealth. Dugaan ini diperkuat oleh penilaian cepat (Rapid Outbreak Assessment) yang dirilis bersama oleh European Food . Badan Keamanan Pangan Eropa (EFSA) serta Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC).

Berikut adalah kronologi dan rekam jejak penyebaran wabah yang meresahkan tersebut:

1. Awal Mula Deteksi Kasus (November 2025 – Maret 2026)

Garis waktu wabah ini mulai ditarik sejak November 2025, ketika sejumlah laporan mengenai gejala infeksi pencernaan mulai muncul secara sporadis di beberapa negara. Namun, titik terang baru didapatkan pada akhir Maret 2026. Otoritas keamanan pangan Denmark berhasil mengidentifikasi pola penyebaran bakteri yang tidak biasa dan secara resmi melaporkannya ke EpiPulse portal pengawasan penyakit menular Eropa.

2. Lonjakan Kasus dan Korban Anak-Anak (April – Juni 2026)

Pasca laporan dari Denmark, gelombang kasus baru terus bermunculan di berbagai negara tetangga selama periode April hingga Juni 2026. Dalam kurun waktu tersebut, total kasus terkonfirmasi melonjak drastis hingga menyentuh angka 106 kasus yang tersebar di Inggris Raya serta 13 negara anggota Uni Eropa/Kawasan Ekonomi Eropa (EU/EEA).

Wabah ini diketahui sangat agresif dalam menyerang kelompok usia anak-anak dan dewasa muda. Dari total korban yang terinfeksi, sedikitnya 49 orang harus dilarikan ke rumah sakit akibat gejala yang cukup parah. Inggris menjadi negara dengan dampak tertinggi (29 pasien), disusul Lithuania (23 pasien), Jerman (14 pasien), dan Denmark (10 pasien).

3. Penyelidikan Epidemiologi dan Temuan Laboratorium

Saat tim medis mewawancarai para pasien di Denmark, Estonia, Jerman, Latvia, dan Lithuania, ditemukan satu kesamaan: mereka semua mengonsumsi produk mi instan berbumbu dari merek yang sama sebelum jatuh sakit.

Bukti ini semakin sahih setelah uji laboratorium di Jerman dan Lithuania berhasil mengisolasi strain Salmonella Stanley dari sampel mi instan rasa ayam (chicken-flavoured) dan rasa ayam pedas (hot chicken-flavoured) milik merek tersebut.

4. Pelacakan Rantai Pasok ke Ukraina

Setelah mengantongi nama merek yang bersangkutan, ECDC melacak jalur logistik produk. Hasilnya menunjukkan bahwa seluruh produk yang terkontaminasi diproduksi oleh satu fasilitas pabrik yang sama di Ukraina sebelum akhirnya didistribusikan ke pasar Eropa. Temuan ini mengindikasikan adanya masalah higienitas pada tingkat manufaktur.

Namun, misteri baru muncul ketika peneliti justru menemukan strain Salmonella lain (seperti Salmonella Richmond, Newport, dan Senftenberg) pada batch produk yang berbeda. Hal ini memicu dugaan kuat bahwa sumber kontaminasi di dalam pabrik tersebut kemungkinan besar lebih dari satu titik bahan baku.

Penyelidikan Terus Dikembangkan

Hingga saat ini, otoritas kesehatan masih melacak dan mewawancarai pasien baru, melakukan pengurutan genom (genome sequencing) pada isolat bakteri, serta mengintegrasikan data mereka dengan ECDC.

Di sisi lain, investigasi mendalam terhadap rantai pasok produk terus dikebut untuk memastikan apakah bakteri berbahaya ini bersumber dari satu bahan baku spesifik atau justru melibatkan campuran beberapa bahan lain.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....