Mengenal Manfaat Kaktus: Superfood Baru yang Naik Daun di Jepang

  • 07 Jul 2026 12:24 WIB
  •  Serui
Poin Utama
  • Mengenal Manfaat Kaktus
  • Superfood Baru yang Populer di Jepang

RRI.CO.ID, Serui - Kaktus selama ini lebih identik sebagai tanaman hias atau tumbuhan gurun yang gersang. Namun di Jepang, tanaman ini mulai dilirik sebagai superfood baru berkat kandungan gizinya yang melimpah. Para petani di Jepang kini gencar mengolah kaktus pir berduri (prickly pear cactus) menjadi berbagai hidangan kekinian, mulai dari quiche, pizza toast, sate, tempura, hingga mi dingin ala China. Inovasi ini hadir untuk menyasar masyarakat yang semakin peduli pada pola makan sehat.

Dikutip dari detikhealth. Miki Deguchi, salah satu petani kaktus di Jepang, meyakini bahwa tanaman dari genus Opuntia ini punya potensi besar untuk menjadi bahan pangan harian yang umum di masa depan. Selain kaya nutrisi, kaktus ini memiliki rasa yang ringan, segar, dan bahkan bisa dikonsumsi mentah.

Kandungan Nutrisi Kaktus Pir Berduri

Meskipun kadar gizi bisa sedikit bervariasi tergantung varietasnya, kaktus pir berduri secara umum merupakan sumber serat, vitamin, dan mineral yang sangat baik.

Berikut adalah kandungan gizi dalam 1 cangkir (149 gram) kaktus pir berduri mentah:

Kalori: 61 kkal

Protein & Lemak: Masing-masing 1 gram

Karbohidrat: 14 gram

Serat: 5 gram (Memenuhi ~19% kebutuhan harian)

Magnesium: 30% AKG (Angka Kecukupan Gizi)

Vitamin C: 23% AKG

Kalium: 7% AKG

Kalsium: 6% AKG

Catatan Kunci: Kombinasi serat larut dan tidak larut di dalamnya sangat bagus untuk pencernaan. Sementara itu, sinergi magnesium, kalium, dan kalsiumnya membantu menjaga tekanan darah tetap stabil.

3 Potensi Manfaat Kaktus Pir Berduri bagi Kesehatan

Label superfood pada tanaman ini didukung oleh berbagai riset. Salah satunya dilakukan oleh Research Initiatives Center for Cactus and Succulent Plant Research di Chubu University (Prefektur Aichi). Riset mereka menunjukkan bahwa konsumsi bubuk kaktus dapat meningkatkan kadar mucin protein pelapis usus yang berfungsi menghalangi virus dan memperkuat imun.

Selain imunitas, berikut adalah 3 potensi manfaat lainnya:

1. Menjaga Kesehatan Kulit dan Rambut

Ekstrak kaktus sudah banyak ditemukan dalam produk skincare dan perawatan rambut. Manfaat ini berasal dari vitamin C, pigmen betalain, antioksidan, serta asam lemak tak jenuh ganda pada biji dan kulitnya. Kandungan ini membantu melindungi tubuh dari stres oksidatif akibat penuaan dan polusi.

(Khasiat ini masih memerlukan uji klinis lebih lanjut pada manusia).

2. Membantu Mengontrol Gula Darah

Kaktus ini mengandung pektin (serat larut) yang mampu menurunkan kadar gula darah puasa dan memperbaiki kadar lemak darah, baik bagi orang sehat maupun penderita diabetes tipe 2. Namun, efektivitasnya masih diteliti lebih lanjut tergantung pada bentuk konsumsinya (segar, bubuk, atau olahan).

3. Memelihara Fungsi Hati (Liver)

Secara tradisional, kaktus pir berduri digunakan untuk mengatasi gangguan hati. Senyawa antiinflamasi dan antioksidannya terbukti berpotensi melindungi sel-sel hati dari kerusakan akibat peradangan.

Efek Samping dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Meski sehat dan aman dikonsumsi wajar dalam masakan, ada beberapa hal yang wajib diwaspadai:

Konsumsi Berlebihan: Karena tinggi serat, makan kaktus terlalu banyak bisa memicu diare, perut kembung, mual, dan gangguan pencernaan.

Ibu Hamil & Menyusui: Sebaiknya hindari konsumsi dalam bentuk suplemen atau ekstrak terkonsentrasi karena data keamanannya masih terbatas.

Duri Halus (Glochids): Bagian luar kaktus memiliki duri-duri halus yang tak kasat mata. Kaktus harus dibersihkan secara total dan menyeluruh sebelum diolah agar tidak melukai kulit atau tertelan.

Kandidat Pangan Masa Depan

Kaktus pir berduri bukan cuma tren sesaat. Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) bahkan menetapkan tanaman ini sebagai sumber pangan tangguh menghadapi perubahan iklim dan krisis pangan. Karena mampu tumbuh di daerah gersang, kaktus ini bisa menjadi penyelamat sumber air dan makanan bagi manusia maupun ternak di masa depan.

Saat ini, sekitar 30 negara (termasuk Meksiko) telah membudidayakannya secara massal. Di Jepang sendiri, popularitasnya terus meroket hingga kini mulai dijual bebas di jaringan supermarket besar seperti Watahan Super Center.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....