Amankah Minum Es Teh setelah Makan? Berikut Penjelasannya

  • 05 Feb 2026 08:07 WIB
  •  Serui

RRI.CO.ID, Serui - Minum es teh setelah makan sudah jadi kebiasaan banyak orang Indonesia. Rasanya segar, apalagi setelah makan makanan yang berminyak atau berbumbu kuat. Tapi di balik kenikmatan itu, sering muncul pertanyaan: sebenarnya aman nggak sih minum es teh setelah makan?

Ada yang bilang bisa mengganggu pencernaan, ada juga yang menganggap itu cuma mitos. Supaya nggak bingung, yuk kita lihat dari sisi kesehatan.

1. Pengaruh suhu dingin pada pencernaan

Saat kita makan, tubuh bekerja keras mencerna makanan dengan bantuan enzim dan gerakan lambung. Minuman dingin seperti es teh bisa membuat pembuluh darah di sekitar lambung sedikit menyempit sementara. Akibatnya, proses pencernaan bisa melambat, terutama pada orang yang lambungnya sensitif.

Namun, pada orang dengan sistem pencernaan yang sehat, efek ini biasanya ringan dan tidak menimbulkan masalah serius. Jadi, bukan berarti langsung berbahaya, tapi bisa bikin perut terasa kurang nyaman bagi sebagian orang.

2. Kandungan teh dan penyerapan zat besi

Teh mengandung zat yang disebut tanin. Tanin bisa mengikat zat besi dari makanan, terutama zat besi yang berasal dari tumbuhan (seperti sayur dan kacang-kacangan), sehingga penyerapannya di usus jadi berkurang.

Kalau sesekali minum es teh setelah makan, efeknya kecil. Tapi kalau dilakukan setiap hari, terutama pada orang yang berisiko anemia (kurang darah), kebiasaan ini bisa ikut berkontribusi terhadap rendahnya kadar zat besi dalam tubuh.

3. Risiko pada lambung sensitif

Bagi orang yang punya masalah lambung seperti maag atau asam lambung naik (GERD), es teh setelah makan bisa memicu keluhan. Suhu dingin dan kandungan kafein dalam teh dapat merangsang produksi asam lambung atau membuat perut terasa kembung dan tidak nyaman.

Kalau setelah minum es teh kamu sering merasa begah, nyeri ulu hati, atau mual, sebaiknya mulai mengurangi kebiasaan ini.

4. Soal lemak yang “membeku” — mitos atau fakta?

Ada anggapan bahwa minum es setelah makan makanan berlemak bisa membuat lemak “membeku” di dalam tubuh. Secara ilmiah, ini kurang tepat. Lemak tidak langsung membeku di lambung hanya karena minuman dingin. Tubuh kita punya suhu inti yang stabil, sehingga makanan dan minuman yang masuk akan cepat menyesuaikan.

Jadi, kekhawatiran soal lemak langsung mengeras di dalam perut lebih ke mitos daripada fakta medis.

5. Waktu yang lebih ideal minum teh

Kalau ingin tetap minum teh tanpa mengganggu penyerapan zat besi, sebaiknya beri jarak sekitar 30–60 menit setelah makan. Ini memberi waktu bagi tubuh untuk menyerap nutrisi penting terlebih dahulu.

Alternatif lain, minum air putih setelah makan, lalu teh dinikmati sedikit lebih lama setelahnya.

Minum es teh setelah makan sebenarnya tidak langsung berbahaya bagi kebanyakan orang sehat. Namun, kebiasaan ini bisa memperlambat pencernaan, mengurangi penyerapan zat besi, dan memicu keluhan pada orang dengan lambung sensitif. Jadi, boleh saja sesekali, tapi sebaiknya tidak dijadikan kebiasaan setiap selesai makan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....