Peringatan Ilmuwan: Lonjakan Kasus Kanker Diprediksi Apa Penyebabnya?

  • 09 Jan 2026 05:15 WIB
  •  Serui

KBRN, Serui: Laporan Global Burden of Disease yang dipublikasikan dalam jurnal The Lancet memberikan peringatan serius terkait tren kasus kanker dunia. Sejak 1990, jumlah kasus kanker global telah meningkat dua kali lipat, dan diperkirakan akan terus bertambah hingga mencatatkan . akan ada 30 juta kejadian baru (kasus) setiap tahunnya di masa depan, khususnya pada tahun 2050.

Data menunjukkan temuan mengejutkan: sekitar 42 persen kematian akibat kanker atau sekitar 4,3 juta orang pada tahun 2023 berkaitan dengan faktor risiko yang sebenarnya dapat diubah.

Peningkatan Kasus Kanker: Fakta yang Memprihatinkan

Menurut data yang dirilis oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kasus kanker global diperkirakan akan meningkat hampir 70% dalam dua dekade ke depan. Ini berarti, setiap tahun, jutaan orang akan didiagnosis dengan berbagai jenis kanker yang berbeda. Angka ini tentu saja menciptakan kekhawatiran di kalangan masyarakat dan para profesional kesehatan. Mengetahui penyebab di balik peningkatan ini adalah langkah pertama untuk menghadapinya.

Dikutip dari berbagai sumber diantaranya derikhealth. Para peneliti mengidentifikasi 44 faktor risiko yang bisa dimodifikasi, dengan beberapa pemicu utama meliputi:

1. Penggunaan Tembakau: Tetap menjadi penyebab utama, menyumbang 21 persen dari total kematian akibat kanker di seluruh dunia.

2. Pola Makan Tidak Sehat dan Gula Darah Tinggi: Menjadi faktor dominan di negara-negara dengan tingkat ekonomi menengah ke atas.

3. Obesitas dan Polusi Udara: Dua pemicu yang semakin meningkat akibat gaya hidup modern dan urbanisasi.

4. Perilaku Seks Tidak Aman: Di negara-negara berpenghasilan rendah, faktor risiko utama (khususnya yang berkaitan dengan penularan virus penyebab kanker seperti HPV).

Para ahli menekankan pentingnya perubahan gaya hidup untuk mengurangi dampak faktor-faktor ini, guna menekan lonjakan angka kasus kanker di masa mendatang.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....