Kenapa saat Panik Perut Bisa Tiba-Tiba Sakit? Ini Penjelasannya

  • 19 Sep 2026 15:46 WIB
  •  Serui

RRI.CO.ID, Serui - Pernahkah Anda merasa perut tiba-tiba mulas, melilit, atau ingin buang air besar ketika sedang panik? Misalnya saat akan berbicara di depan banyak orang, menghadapi ujian, menerima kabar mengejutkan, atau berada dalam situasi yang membuat tegang. Reaksi tersebut bukan sekadar perasaan. Tubuh memang dapat memberikan respons fisik ketika seseorang mengalami rasa takut, cemas, atau panik. Menariknya, salah satu bagian tubuh yang cukup cepat merespons kondisi tersebut adalah sistem pencernaan. Inilah alasan mengapa seseorang yang sedang panik bisa merasakan perut tidak nyaman, mual, mulas, bahkan tiba-tiba ingin ke toilet :

Otak dan Perut Ternyata Saling Berkomunikasi

Hubungan antara pikiran dan sistem pencernaan sangat erat. Tubuh memiliki sistem komunikasi dua arah antara otak dan saluran pencernaan yang sering disebut sebagai gut-brain axis atau sumbu otak-usus. Ketika seseorang menghadapi situasi yang dianggap mengancam atau menegangkan, otak akan memproses kondisi tersebut dan mengaktifkan respons tubuh terhadap stres. Tubuh kemudian bersiap menghadapi keadaan yang dianggap membutuhkan kewaspadaan tinggi. Dalam kondisi panik, sistem saraf simpatis dapat menjadi lebih aktif. Sistem ini merupakan bagian dari mekanisme tubuh yang dikenal sebagai fight or flight, yaitu respons alami ketika tubuh menghadapi ancaman atau tekanan. Detak jantung dapat meningkat, napas menjadi lebih cepat, otot menegang, telapak tangan berkeringat, dan perhatian menjadi lebih terpusat pada situasi yang dianggap mengancam. Pada saat yang sama, aktivitas sistem pencernaan juga dapat berubah.

Perubahan inilah yang pada sebagian orang dapat terasa sebagai sakit perut atau rasa ingin buang air besar.

Mengapa Perut Bisa Langsung Mulas?

Ketika seseorang panik, tubuh melepaskan berbagai hormon dan zat kimia yang membantu mempersiapkan tubuh menghadapi stres. Kondisi tersebut dapat memengaruhi gerakan saluran pencernaan.

Pada sebagian orang, respons stres dapat membuat gerakan usus menjadi lebih aktif sehingga muncul sensasi mulas atau dorongan untuk buang air besar. Pada orang lain, stres justru dapat membuat aktivitas pencernaan terasa melambat dan menyebabkan perut terasa penuh atau tidak nyaman. Itulah sebabnya respons setiap orang tidak selalu sama. Ada orang yang ketika gugup langsung mencari toilet. Ada pula yang justru kehilangan nafsu makan, merasa mual, atau merasakan perut seperti “terikat”. Semua itu dapat berkaitan dengan bagaimana tubuh masing-masing merespons stres.

Mengapa Ada Orang yang Lebih Mudah Mengalaminya?

Setiap orang memiliki respons terhadap stres yang berbeda. Pengalaman hidup, kondisi tubuh, pola tidur, kebiasaan makan, serta tingkat stres dapat memengaruhi bagaimana seseorang merasakan respons tersebut. Orang yang sedang kurang tidur atau mengalami tekanan berkepanjangan misalnya, dapat menjadi lebih sensitif terhadap berbagai sensasi tubuh. Selain itu, saluran pencernaan sendiri memiliki jaringan saraf yang sangat kompleks. Karena itu, perubahan kondisi emosional dapat terasa cukup jelas pada bagian perut.

Apa yang Bisa Dilakukan Saat Perut Mulai Mulas karena Panik?

Ketika menyadari bahwa rasa mulas muncul bersamaan dengan kepanikan, langkah pertama adalah mencoba menenangkan respons tubuh. Tarik napas secara perlahan melalui hidung, kemudian hembuskan dengan tenang. Lakukan beberapa kali sambil mencoba mengendurkan otot tubuh yang terasa tegang. Selanjutnya, fokuskan perhatian pada keadaan saat ini. Jangan terus-menerus memikirkan kemungkinan buruk yang belum terjadi.

Jika memungkinkan, duduklah dengan posisi nyaman, minum air secukupnya, dan berikan waktu bagi tubuh untuk kembali ke kondisi yang lebih tenang.Menjaga pola tidur, makan secara teratur, berolahraga, dan mengelola stres juga dapat membantu menjaga kesehatan tubuh dan sistem pencernaan.

Jangan Langsung Menganggap Semua Sakit Perut karena Panik

Meskipun stres dan kecemasan memang dapat memengaruhi sistem pencernaan, sakit perut tidak selalu disebabkan oleh kepanikan. Sakit perut dapat memiliki banyak penyebab, mulai dari gangguan pencernaan, infeksi, intoleransi makanan, efek obat tertentu, hingga berbagai kondisi medis lainnya. Jika sakit perut sering terjadi, semakin berat, berlangsung lama, atau disertai gejala seperti muntah terus-menerus, demam, BAB berdarah, penurunan berat badan yang tidak disengaja, atau nyeri yang sangat hebat, sebaiknya jangan menganggapnya hanya sebagai akibat stres. Pemeriksaan oleh tenaga kesehatan diperlukan untuk mencari penyebabnya.

Tubuh Ternyata Punya “Alarm” Sendiri

Reaksi perut ketika seseorang panik sebenarnya menunjukkan betapa eratnya hubungan antara otak dan tubuh. Saat otak mendeteksi ancaman, tubuh tidak menunggu lama untuk bereaksi. Jantung berdetak lebih cepat, napas berubah, otot menegang, dan sistem pencernaan pun dapat ikut merespons.

Jadi, ketika perut tiba-tiba terasa mulas sebelum presentasi, ujian, wawancara, atau menghadapi situasi yang membuat gugup, tubuh sebenarnya sedang menjalankan mekanisme perlindungan alaminya. Perut dan otak mungkin berada di tempat yang berbeda, tetapi keduanya ternyata sering “berkomunikasi”. Memahami hubungan tersebut dapat membantu kita lebih mengenali sinyal tubuh. Rasa mulas ketika panik bukan sesuatu yang aneh, tetapi merupakan salah satu bentuk respons tubuh terhadap stres. Yang terpenting adalah mengenali pemicunya, belajar mengelola stres, dan tetap memperhatikan apabila keluhan terjadi berulang atau disertai gejala yang mengkhawatirkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....