Bukan Iseng, Mayoritas Pengguna Narkoba Berawal dari Lingkungan Pergaulan

  • 11 Jul 2026 12:56 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Samarinda menyebut penyalahgunaan narkoba di Kota Samarinda umumnya tidak terjadi secara tiba-tiba. Faktor lingkungan pergaulan masih menjadi pintu masuk terbesar seseorang mengenal hingga akhirnya terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika. Karena itu, upaya pencegahan dinilai tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga harus diperkuat lewat edukasi di lingkungan sosial.

Penggerak Swadaya Masyarakat BNN Kota Samarinda, Roi Koyama, mengatakan berdasarkan temuan di lapangan, mayoritas penyalahguna narkoba mulai mengenal barang terlarang tersebut dari lingkungan sekitar. Mulai dari pertemanan, tempat kerja, hingga lingkungan kampus menjadi faktor yang paling sering ditemukan dalam kasus penyalahgunaan narkotika.

"Kalau penyalahgunaan narkoba yang paling banyak kami temukan, ketika ditanya dari mana mereka mulai menggunakan narkoba, jawabannya terbanyak dari lingkungan pergaulan. Jarang sekali orang tiba-tiba bangun pagi lalu ingin memakai narkoba. Pasti ada yang memperkenalkan. Biasanya dari lingkungan kerja, lingkungan pertemanan, lingkungan kampus, dan hal-hal yang berhubungan dengan kondisi sosial mereka," ucapnya saat menjadi narasumber dalam obrolan SPADA Pro 2 RRI Samarinda, dikutip Sabtu 11 Juli 2026.

Selain faktor pergaulan, kondisi keluarga juga turut memengaruhi seseorang lebih rentan terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Menurut Roi, hubungan keluarga yang kurang harmonis membuat sebagian anak muda lebih mudah mencari pelarian di luar rumah hingga akhirnya terpengaruh oleh lingkungan yang salah.

"Biasanya latar belakangnya adalah bagaimana mereka di dalam keluarga juga ada kondisi-kondisi yang tidak ideal. Kalau buat anak-anak muda biasanya seperti itu. Hubungan dengan keluarga tidak baik sehingga di dalam pergaulan mereka bertemu dengan orang-orang yang salah dan akhirnya terpengaruh menggunakan narkoba," ujarnya.

Meski demikian, Roi menegaskan keluarga pada dasarnya tidak pernah menginginkan anak atau anggota keluarganya menjadi penyalahguna narkoba. Ia menilai orang tua justru memiliki peran penting dalam membangun komunikasi dan pengawasan agar anak tidak mudah terpengaruh lingkungan negatif.

"Kalau misalnya keluarga, enggak mungkin keluarga mengajarkan yang tidak baik. Bahkan keluarga yang orang tuanya penyalahguna narkoba pun belum tentu mengajarkan anaknya menggunakan narkoba. Yang terjadi biasanya anak terpapar karena terbiasa melihat lingkungan tersebut. Itu konsekuensi dari perlakuan orang tua, bukan karena orang tua menginginkan anaknya menjadi penyalahguna," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....