BNN Samarinda: Keluarga Menjadi Kunci Keberhasilan Pecandu Lepas dari Narkoba
- 11 Jul 2026 12:52 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Proses pemulihan penyalahguna narkoba tidak berhenti setelah menjalani rehabilitasi. Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Samarinda menegaskan keberhasilan seseorang lepas dari ketergantungan sangat ditentukan oleh dukungan keluarga, lingkungan yang sehat, serta pendampingan berkelanjutan setelah menjalani rehabilitasi.
Penggerak Swadaya Masyarakat BNN Kota Samarinda, Roi Koyama, dalam obrolan SPADA Pro 2 RRI Samarinda, mengatakan program rehabilitasi bagi pecandu rawat inap umumnya berlangsung selama tiga hingga enam bulan. Selama periode tersebut, klien menjalani rehabilitasi medis dan sosial untuk memulihkan kondisi fisik maupun psikologis akibat penyalahgunaan narkotika.
"Rehabilitasi kalau rawat inap itu ada jangka waktunya kira-kira tiga sampai enam bulan proses perjalanannya di situ. Dilihat bagaimana improvement-nya dalam kesehariannya. Programnya memang tiga sampai enam bulan. Ketika mereka sudah oke, pasti dinyatakan pulih karena selama di balai mereka tidak memiliki akses untuk menggunakan narkoba lagi," katanya, dikutip Sabtu 11 Juli 2026.
Meski demikian, ia mengingatkan tantangan terbesar justru muncul setelah seseorang kembali ke lingkungan masyarakat. Menurutnya, mantan penyalahguna masih memiliki risiko tinggi untuk kembali menggunakan narkoba, terutama apabila kembali bergaul dengan lingkungan yang sama seperti sebelum menjalani rehabilitasi.
"Ketika mereka ada di lingkungan yang sama, kemungkinan kembali kepada hal yang sama juga besar. Banyak pecandu yang sudah direhabilitasi, kemudian kembali ke lingkungan lamanya, akhirnya kembali lagi menggunakan narkoba karena ada trigger dari pergaulan. Bahkan beberapa cerita dari mantan pecandu, sugesti untuk menggunakan narkoba masih bisa muncul bertahun-tahun setelah mereka berhenti," ujarnya.
Untuk mengurangi risiko tersebut, BNN tetap melakukan pendampingan setelah proses rehabilitasi selesai. Menurut Roi, komunikasi dengan mantan penyalahguna tetap dibangun sebagai bagian dari upaya mencegah kekambuhan. Namun, keberhasilan pemulihan tetap bergantung pada komitmen individu dan dukungan orang-orang terdekat.
"Setelah rehabilitasi ada pemantauan. Ada komunikasi yang tetap dibangun supaya kemungkinan-kemungkinan buruk itu tidak terjadi. Walaupun sekali lagi, rehabilitasi ini tergantung individunya. Selain itu juga tergantung bagaimana keluarganya, karena orang rehabilitasi itu pasti harus disertai keluarga," ujarnya menjelaskan.
Roi menegaskan keluarga merupakan sistem pendukung utama yang tidak dapat digantikan oleh lembaga mana pun. Menurutnya, keluarga diharapkan tidak memberikan stigma kepada penyalahguna, melainkan mendampingi mereka selama proses pemulihan agar mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan setelah kembali ke kehidupan sehari-hari.
"Yang bisa bersama dia itu siapa? Keluarga. Jadi keluarga itu sebenarnya solusi yang akhirnya menjadi yang utama. Balai rehabilitasi BNN hanya menjadi sarana penunjang. Faktor yang paling penting orang itu pulih adalah dirinya sendiri, bagaimana dia menangani permasalahan hidupnya, dan bagaimana keluarganya mendukung agar tidak kembali terjerumus ke penyalahgunaan narkoba," katanya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....