Penyalahgunaan Narkoba Meningkat, Samarinda Ikut Alami Tren Nasional
- 11 Jul 2026 12:47 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Kasus penyalahgunaan narkotika di Indonesia terus menunjukkan peningkatan. Kondisi tersebut turut menjadi perhatian di Kota Samarinda yang dinilai mengikuti tren kenaikan secara nasional. Badan Narkotika Nasional (BNN) mengingatkan bahwa situasi ini sudah masuk kategori darurat sehingga diperlukan upaya pencegahan yang lebih masif dari seluruh elemen masyarakat.
Penggerak Swadaya Masyarakat BNN Kota Samarinda, Roi Koyama, dalam obrolan SPADA Pro 2 RRI Samarinda, mengatakan berdasarkan Indonesia Drugs Report, prevalensi penyalahgunaan narkotika secara nasional mengalami peningkatan menjadi 2,11 persen. Angka tersebut setara dengan lebih dari empat juta penyalahguna narkoba di Indonesia.
"Kalau secara nasional memang peningkatan itu terjadi. Dari Indonesia Drugs Report, survei terakhir menunjukkan angka 2,11 persen yang setara dengan lebih dari 4 juta pecandu narkoba. Jadi, di Samarinda sendiri itu terjadi peningkatan yang sama karena secara nasional meningkat, berarti daerah-daerah juga pasti mengalami peningkatan," katanya, dikutip Sabtu 11 Juli 2026.
Menurutnya, meski survei dilakukan secara nasional dan tidak memotret setiap kota secara terpisah, kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa Samarinda juga menghadapi ancaman yang sama. Ia menilai peningkatan prevalensi penyalahgunaan narkotika hingga 2,11 persen merupakan angka yang tinggi dan harus menjadi perhatian bersama.
"Persentase penyalahguna secara nasional meningkat menjadi 2,11 persen. Itu tinggi. Berarti definisinya artinya gawat, darurat. Makanya ini dibuat sebagai salah satu upaya untuk kita menyosialisasikan karena pasti ada keresahan terkait narkoba," ujarnya.
Selain jumlah penyalahguna yang meningkat, BNN Kota Samarinda juga mencatat sabu masih menjadi jenis narkotika yang paling banyak disalahgunakan di daerah tersebut. Temuan itu diperoleh dari berbagai kegiatan tes urine yang dilakukan di instansi pemerintah, perusahaan swasta, hingga lingkungan sekolah.
"Kalau di Samarinda paling banyak itu penggunaannya sabu, bahkan secara nasional juga terbanyak adalah sabu. Kemudian yang banyak juga disalahgunakan adalah ganja. Saat kita mengadakan tes urine di swasta, pemerintahan ataupun sekolah-sekolah, yang paling banyak kita temukan adalah pengguna sabu," ucapnya.
Selain memperkuat edukasi, keterlibatan keluarga, lingkungan pendidikan, tempat kerja, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam upaya pencegahan. BNN Kota Samarinda berharap masyarakat semakin meningkatkan kewaspadaan terhadap penyalahgunaan narkotika. Hal ini dinilai penting untuk menekan angka penyalahgunaan narkoba yang terus mengalami peningkatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....