Tepis Isu “Kota Hantu”, IKN Kian Hidup dan Berdenyut
- 04 Nov 2025 13:03 WIB
- Samarinda
KBRN, Nusantara: Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menepis keras isu IKN sebagai “kota hantu” alias ghost city yang digaungkan media asing The Guardian. Melalui data pembangunan dan aktivitas sosial-ekonomi yang terus meningkat, OIKN menegaskan bahwa IKN kini “hidup dan berdenyut” sebagai proyek strategis nasional yang menunjukkan progres signifikan di lapangan.
Dalam laporan The Guardian (29 Oktober 2025), IKN disebut terancam menjadi ghost city akibat progres lambat, keterbatasan anggaran, dan minimnya pemindahan ASN. Namun, data terkini justru menunjukkan sebaliknya.
“Hingga Oktober 2025, total investasi yang masuk mencapai Rp225,02 triliun, terdiri dari Rp66,3 triliun investasi swasta murni dan Rp158,72 triliun melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU),” kata Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono dalam keterangan pers kepada wartawan di IKN.
BACA JUGA:
Pembangunan IKN Kian Masif Usai Terbit Perpres 79
Pernyataan Basuki itu juga diamini Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menegaskan bahwa pembangunan IKN tetap berjalan sesuai rencana.
“Jangan dengarkan orang luar negeri yang sering salah memahami kondisi kita. Pembangunan jalan terus, IKN tidak akan jadi kota hantu,” ujarnya di Jakarta, Senin (3/11/2025).
Purbaya memastikan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk melanjutkan pembangunan IKN dengan dukungan anggaran APBN sebesar Rp48,8 triliun (2025–2028) yang tetap aman dari pemangkasan efisiensi.
BACA JUGA:
Masjid dan Istana Wapres IKN Siap Digunakan 2026
Kepala OIKN sebelumnya menyebut, Hingga Oktober 2025, progres keseluruhan pembangunan IKN tahap satu sudah di atas 90 persen.
“Yang tahap satu hanya tinggal beberapa proyek multiyears seperti jalan tol, masjid dan istana wapres. Nah itu akan selesai pada Desember 2025. Sekarang kita sudah lelang tahap dua, bahkan ada yang sudah jalan,” ucapnya.
Dari sisi pengawasan, Anggota Komisi II DPR Muhammad Khozin meminta OIKN rutin mempublikasikan laporan pembangunan agar publik mendapat informasi yang transparan.
“IKN bukan kota hantu. OIKN harus menjawab narasi negatif dengan kinerja nyata dan laporan terbuka kepada masyarakat,” tegasnya.
BACA JUGA:
Disetujui Presiden, Proyek Kawasan Legislatif di IKN Mulai Dikontrak
Juru Bicara Otorita IKN Troy Pantouw telah menyanggah anggapan itu dan menyebut ada kekeliruan narasi yang disampaikan oleh The Guardian. OIKN lantas melampirkan deretan progres pembangunan IKN dalam satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Mulai dari penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2025-2029.
/zwop0cz70vw9sng.jpeg)
Plaza Yudikatif di IKN yang akan dibangun pada akhir 2025. Foto: OIKN
Selain itu, Presiden Prabowo Subianto juga telah menetapkan Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025 tentang Pemutakhiran Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2025, yang mengatur arah pembangunan nasional, termasuk percepatan pembangunan Ibu Kota Nusantara.
Regulasi yang telah ditetapkan pada 30 Juni 2025 di Jakarta ini, menargetkan Nusantara sebagai Ibu Kota Politik Indonesia pada tahun 2028, dengan dukungan pemindahan ASN serta penyediaan infrastruktur yang memadai.
OIKN mengatakan Perpres ini menunjukkan “komitmen Presiden Prabowo untuk melanjutkan dan mempercepat pembangunan IKN sebagai simbol kemajuan dan pemerataan pembangunan di Indonesia,” tegas Troy.
BACA JUGA:
Puluhan Ribu Pekerja Bakal Terlibat Pembangunan IKN Tahap Kedua
Di sisi lain, kehidupan sosial di IKN juga makin terasa. Sejak November ini, ASN dari 16 kementerian direncanakan mulai berpindah ke Nusantara dalam tahap awal, dengan total 4.100 ASN dijadwalkan bertugas hingga 2028. Sejumlah proyek lain juga terus berjalan, pembangunan kawasan perkantoran legislatif dan yudikatif, termasuk groundbreaking Hotel Swiss-Belhotel dan Papua Hotel pada awal 2026, serta pembangunan SMA Taruna Nusantara di zona 1B dengan kapasitas 750 siswa.
Sektor swasta pun aktif berinvestasi melalui proyek delapan menara dan 109 rumah tapak senilai Rp21 triliun di bawah skema KPBU, serta rehabilitasi 3.793 hektare lahan rusak untuk mendukung ekosistem hijau kota.
BACA JUGA:
Progres Pembangunan IKN Tahap II Terus Dipacu
Warga lokal turut merasakan dampak positif pembangunan dengan revitalisasi Pasar Sepaku, pelatihan UMKM kuliner, dan penyerapan tenaga kerja hingga 20.000 orang di sektor konstruksi mulai November ini.
OIKN juga menegaskan bahwa isu ghost city seperti yang dialami beberapa kota baru di China tidak relevan bagi Nusantara. Dengan komitmen politik yang kuat, pendanaan stabil, dan ekosistem sosial yang tumbuh, IKN berkembang sebagai kota hijau, inklusif, dan berdaya saing global.
Beragam kegiatan masyarakat seperti Nusantara Food Festival (NFF) series dan Pekan Seni dan Olahraga Nusantara (Pesona) 2025 menjadi bukti kehidupan sosial yang terus tumbuh di jantung ibu kota baru.
BACA JUGA:
Otorita Targetkan ASN Mulai Dipindahkan ke IKN November
Saat ini, wilayah IKN mencakup 256.142 hektare, terdiri dari 7 kecamatan, 54 desa, dan lebih dari 147 ribu penduduk yang mulai terintegrasi dalam sistem tata kota baru.
Kepala OIKN Basuki Hadimuljono menegaskan “IKN on track. Ini bukan kota hantu, tapi kota hijau yang berdenyut, simbol masa depan Indonesia.”
Dengan target menjadi ibu kota pemerintahan penuh pada 2028, IKN kini tampil sebagai bukti ketahanan ekonomi nasional sekaligus simbol kolaborasi seluruh elemen bangsa menuju masa depan yang berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....