Indonesia-Thailand Kolaborasi Bangun Ketahanan Pangan di IKN
- 26 Agt 2025 15:32 WIB
- Samarinda
KBRN, Nusantara : Indonesia dan Thailand memperkuat kerja sama di bidang ketahanan pangan melalui forum pertemuan tingkat tinggi perguruan tinggi kedua negara yang digelar di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Pertemuan ke-16 Council of University Presidents of Thailand (CUPT) bersama Council of Rector of Indonesian State Universities (CRISU) ini menegaskan peran pendidikan tinggi sebagai motor riset, inovasi, sekaligus pendukung pembangunan berkelanjutan.
Ketua CUP Thailand sekaligus Presiden Universitas Chulalongkorn, Prof. Wilert Puriwat, menegaskan kolaborasi ini menjadi praktik terbaik menyatukan misi berbagai negara untuk kepentingan masyarakat luas. Menurutnya, tiga isu penting yang perlu dijawab lewat riset adalah ketahanan pangan, pembangunan berkelanjutan, dan inovasi industri.
“Kita belajar satu sama lain. Universitas bukan hanya soal gelar, tapi juga bagaimana hasil riset bisa bermanfaat untuk masyarakat, negara, bahkan dunia,” ujarnya di IKN, Senin (25/8/2025).
BACA JUGA:
Forum Rektor Indonesia-Thailand Bahas Kerja Sama di IKN
Prof. Wilert juga menilai IKN sebagai model pengembangan kota masa depan. Ia kagum melihat pembangunan yang memadukan konsep keberlanjutan dengan lingkungan alam. “Ini bukan hanya ibu kota, tapi sebuah model percontohan yang bisa kita pelajari bersama. Dari sinilah kita mencetak pemimpin global masa depan,” kata Wiler menambahkan.
Sementara itu, Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Prof. Agus Rubiyanto, menekankan bahwa kerja sama dengan Thailand sangat relevan dengan kebutuhan pembangunan IKN. Menurutnya, Thailand punya pengalaman panjang dalam menjaga ketahanan pangan dan pengembangan produk agrikultur.
“Di IKN, kita butuh food security. Maka kita belajar dari pengalaman Thailand untuk mengembangkan produk pangan berkualitas dan efektif,” kata Agus.

Hal senada disampaikan Rektor Universitas Borneo Tarakan, Prof. Yahya Ahmad Zein, yang menekankan peran perguruan tinggi di Kalimantan dalam riset pertanian. Ia mencontohkan pengembangan varietas padi khas Krayan yang selama ini diproduksi hingga ke Brunei Darussalam.
“Kami ingin hasil riset pertanian lokal bisa menjadi bagian dari pasokan pangan IKN. Termasuk potensi garam dan produk unggulan lain yang bisa mendukung kemandirian pangan,” jelasnya.
Kerja sama ini juga memperkuat posisi perguruan tinggi perbatasan sebagai beranda depan NKRI. Menurut Prof. Yahya, selain soal pangan, kerja sama dengan Thailand juga menyentuh aspek sertifikasi halal produk, infrastruktur, hingga akses pasar global. “Hal ini penting agar produk lokal dari Kalimantan Utara dapat bersaing di pasar internasional,” ucap Yahya.
BACA JUGA:
Puluhan Rektor Thailand Belajar Pindah Ibu Kota di IKN
Rektor Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Prof. Abdunur, menambahkan bahwa forum CUPT–CRISU ini bukan hanya soal pertukaran mahasiswa dan dosen, tetapi juga riset bersama, publikasi internasional, dan sinergi triple helix antara pemerintah, universitas, dan industri.
“Kerja sama ini menjadi benchmarking bukan hanya di Asia Tenggara, tapi juga global. Melalui IKN, Indonesia menunjukkan komitmen pemerataan pembangunan dan penguatan peran pendidikan tinggi dalam pembangunan berkelanjutan,” tegasnya.
BACA JUGA:
Wapres Gibran Tegaskan Pembangunan IKN Tetap Berlanjut
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, juga turut menyampaikan harapannya agar IKN berkembang sebagai living laboratory yang membuka ruang bagi eksperimen gagasan baru, baik dalam ketahanan pangan maupun hilirisasi industri.
“IKN adalah laboratorium hidup untuk mencoba ide-ide dan konsep baru. Pendidikan menjadi prioritas Presiden, dan IKN diharapkan menjadi pusat penggerak ekonomi berbasis pengetahuan. Mari bersama-sama membangun kota ini untuk masa depan bangsa,” ucapnya.
Kolaborasi lintas universitas diharapkan dapat melahirkan solusi konkret untuk menjawab tantangan global, sekaligus memastikan Ibu Kota Nusantara menjadi pusat percontohan pembangunan berkelanjutan dengan dukungan ilmu pengetahuan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....