Presiden Prabowo Optimistis Indonesia Jadi Lumbung Pangan Dunia
- 13 Jul 2026 13:45 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Presiden Prabowo Subianto menyatakan optimistis Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia. Optimisme tersebut didasarkan pada meningkatnya produksi pangan nasional serta pembangunan infrastruktur pendukung yang terus dilakukan pemerintah.
Pernyataan itu disampaikan Presiden saat meresmikan lima bendungan secara serentak di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat 10 Juli 2026.
Dikutip dari Setneg.go.id, Senin 13 Juli 2026, Presiden menegaskan setiap rupiah yang berasal dari uang rakyat harus dikelola secara bertanggung jawab dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Setiap rupiah uang rakyat harus bermanfaat dan dinikmati oleh rakyat Indonesia. Saya sangat yakin bahwa Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia," ujar Presiden.
Presiden juga meminta seluruh bendungan yang telah dibangun dapat dikelola secara profesional agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya para petani.
Menurutnya, distribusi air irigasi harus dipastikan mengalir hingga ke lahan pertanian karena petani merupakan ujung tombak ketahanan pangan nasional.
"Pelihara bendungan-bendungan ini dengan baik, kelola secara profesional, dan rawat dengan baik. Pastikan air yang dibutuhkan petani benar-benar sampai kepada mereka. Para petani adalah penghasil pangan. Tanpa pangan, tidak ada negara," katanya.
Presiden Prabowo menilai sektor pangan nasional menunjukkan perkembangan yang signifikan. Indonesia yang sebelumnya bergantung pada impor kini mulai mampu mengekspor berbagai komoditas pangan ke sejumlah negara.
"Dari negara yang terus mengimpor, sekarang Indonesia mulai mengekspor pangan ke berbagai negara. Bahkan beberapa negara meminta bantuan Indonesia, termasuk Australia yang membutuhkan pasokan urea, serta Brasil, Filipina, dan India. Tanpa banyak gembar-gembor, Indonesia menunjukkan bahwa kita adalah negara yang sedang bangkit dan akan terus bangkit," ujarnya.
Selain pembangunan infrastruktur, Presiden menegaskan komitmen pemerintah untuk melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, program tersebut merupakan investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan berkualitas.
"Kita ingin Indonesia menjadi negara yang makmur dan rakyat yang paling miskin pun dapat tersenyum. Saya tidak ingin melihat rakyat miskin, saya tidak ingin melihat anak-anak lapar," kata Presiden.
Untuk memastikan program berjalan sesuai sasaran, Presiden meminta seluruh kepala daerah hingga aparat terkait ikut melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan MBG.
"Saya minta gubernur, bupati, camat, kepala desa, silakan memeriksa seluruh dapur MBG. Laporkan kepada Kepala Badan Gizi Nasional, atau bila perlu langsung kepada saya," katanya tegas.
Presiden menyebut bendungan yang diresmikan menjadi simbol pembangunan infrastruktur strategis yang akan terus dilakukan pemerintah guna memperkuat ketahanan pangan, ketahanan energi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, Indonesia masih membutuhkan lebih banyak bendungan serta pembangunan sektor energi, termasuk pengembangan pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas besar.
"Indonesia masih memerlukan bendungan-bendungan yang lebih besar. Kita juga akan membangun pembangkit listrik tenaga surya hingga 100 gigawatt. Kita akan melaksanakan pembangunan besar-besaran dan membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia akan bangkit menjadi negara yang hebat," ujar Presiden.
Pemerintah berharap pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian, energi, dan pangan. (BPMI Setpres)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....