Puluhan Rektor Thailand Belajar Pindah Ibu Kota di IKN
- 25 Agt 2025 23:27 WIB
- Samarinda
KBRN, Nusantara: Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi tuan rumah pertemuan penting yang dihadiri oleh rektor dari puluhan universitas terkemuka di Thailand. Para rektor ini datang untuk mempelajari langsung pengalaman Indonesia dalam memindahkan ibu kota, serta pembangunan berkelanjutan di Nusantara.
“Intinya, kita belajar satu sama lain, dan kami sangat senang bisa hadir di sini. Selain itu, kita bisa melihat bahwa IKN ini mungkin menjadi model untuk pengembangan kota masa depan. Saya benar-benar kagum dengan apa yang saya lihat, tepat di tengah pegunungan, sungguh menakjubkan,” ujar Presiden Universitas Chulalongkorn, Prof. Wilert Puriwat, dalam pertemuan forum rektor Indonesia-Thailand di IKN, Senin (25/8/2025).
BACA JUGA:
Wapres Gibran Tegaskan Pembangunan IKN Tetap Berlanjut
Pertemuan yang bertajuk The 16th Council of University Presidents of Thailand (CUPT) - Conference of Rectors of Indonesian State Universities (CRISU) High Level Meeting ini dihadiri lebih dari 200 peserta dari 55 universitas Indonesia dan 10 universitas Thailand.
Wilert Puriwat, yang juga menjabat Ketua CUPT, memuji pembangunan IKN sebagai kota yang berkelanjutan. "Cita-cita serta apa yang sudah dilakukan IKN untuk menuju forest city dapat menjadi role model bagi dunia. Dan ini bukan hanya tentang sebuah kota, melainkan juga tentang model percontohan dan pengetahuan yang bisa kita pelajari bersama," katanya.
Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Prof. Agus Rubiyanto, mengungkapkan alasan pemilihan IKN sebagai tuan rumah pertemuan tingkat tinggi ke-16.
Menurutnya, Thailand sudah memikirkan pemindahan ibu kota sejak 100 tahun lalu, namun belum terwujud. “Sementara Indonesia begitu menyatakan pemindahan ibu kota, langsung menarik perhatian Thailand. Mereka ingin belajar dari kita,” ucapnya.
Meski demikian, Agus menilai Thailand punya keunggulan dalam bidang ketahanan pangan. Karena itu, Indonesia ingin belajar dari Negeri Gajah Putih terkait food security dan industri hilir, karena Thailand memiliki pengalaman yang luar biasa di bidang ini.
“Nah kita ingin belajar dari situ. Jadi, kita memberikan bagaimana membangun ibu kota Nusantara, Thailand memberikan contoh bagaimana sih ketahanan pangan itu, dan bagaimana dengan produk-produk pangan yang berkualitas dan efektif,” ujarnya.
BACA JUGA:
Tol Selesai, Perjalanan Balikpapan–IKN Kini Hanya Satu Jam
Sementara itu Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, berharap IKN bisa menjadi living laboratory atau "laboratorium hidup" untuk mencoba ide-ide dan konsep baru.
"Pendidikan adalah prioritas, dan IKN diharapkan menjadi pusat penggerak ekonomi berbasis pengetahuan," kata Basuki.
Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara CUPT dan CRISU untuk memperkuat kerja sama akademik kedua negara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....