Presiden Prabowo: Sinergi Koperasi Kekuatan Ekonomi Nasional

  • 13 Jul 2026 13:35 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan pentingnya koperasi sebagai salah satu pilar utama dalam membangun ekonomi kerakyatan yang mampu memperkuat struktur ekonomi nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu 12 Juli 2026.

Dikutip dari Setneg.go.id, Senin 13 Juli 2026, Presiden menekankan bahwa Indonesia harus memiliki kekuatan ekonomi yang bertumpu pada sinergi seluruh pelaku usaha, mulai dari koperasi, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), badan usaha milik negara (BUMN), badan usaha milik daerah (BUMD), hingga sektor swasta.

"Indonesia harus memiliki koperasi, memiliki UMKM, kita memiliki swasta, kita memiliki BUMN, BUMD, kita memiliki semuanya. Ini harus menjadi kekuatan ekonomi. Itu yang saya maksud Indonesia Incorporated," kata Presiden Prabowo.

Presiden menjelaskan, arah pembangunan ekonomi Indonesia harus kembali pada cita-cita para pendiri bangsa, yakni membangun ekonomi yang berlandaskan semangat kekeluargaan dan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh rakyat untuk berkembang.

Menurutnya, tujuan utama pembangunan ekonomi sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 adalah mewujudkan kesejahteraan rakyat.

"Cukup lama kita berjuang untuk mengembalikan arah pembangunan ekonomi ke arah yang dirancang oleh para pendiri bangsa kita, yaitu ekonomi kekeluargaan, ekonomi kerakyatan, ekonomi di mana semua unsur harus berperan dan diberi kesempatan," ujarnya.

Presiden menegaskan, penguatan koperasi tidak berarti mengesampingkan sektor usaha lainnya. Sebaliknya, pemerintah ingin memperkuat seluruh komponen ekonomi nasional agar mampu tumbuh secara seimbang melalui kolaborasi antara koperasi, UMKM, BUMN, BUMD, dan sektor swasta.

"Koperasi adalah salah satu sokoguru perekonomian dan kita harus memperkuat koperasi. Bukan berarti kita akan memperlemah yang lain. Tidak. Kita perkuat semuanya," kata Presiden.

Menurut Kepala Negara, koperasi memiliki peran strategis sebagai wadah yang menghimpun kekuatan ekonomi masyarakat. Dengan semangat gotong royong, koperasi diyakini mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi yang memberikan manfaat langsung kepada anggotanya sekaligus memperkuat perekonomian nasional.

"Seperti sapu lidi, satu lidi lemah, tetapi jika bergabung menjadi kekuatan. Saudara-saudara sekalian, jangan khawatir, gerakan koperasi Indonesia akan bangkit menjadi kekuatan ekonomi Indonesia," ujarnya.

Presiden juga meyakini kebangkitan koperasi akan mendorong perputaran ekonomi yang lebih besar di daerah, mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten. Dengan demikian, nilai tambah ekonomi diharapkan dapat dinikmati langsung oleh masyarakat setempat.

"Ekonomi bangkit dari desa, kecamatan, kabupaten, dan uangnya akan tinggal di desa, di kecamatan, di kabupaten. Kalau selama ini kekayaan rakyat Indonesia disedot, sekarang kita kembalikan. Ekonomi akan turun ke rakyat," ujar Presiden Prabowo.

Pemerintah berharap penguatan koperasi dapat menjadi salah satu strategi utama dalam mewujudkan ekonomi nasional yang inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. (BPMI Setpres)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....