Insecure atau Sudah Gangguan? Kenali Bedanya
- 08 Jul 2026 10:30 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Merasa kurang percaya diri terhadap penampilan merupakan pengalaman yang umum dialami banyak orang. Namun, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian ketika rasa tidak puas terhadap tubuh muncul secara berlebihan, mengganggu aktivitas sehari-hari, hingga mendorong seseorang terus mencari kesempurnaan fisik. Dalam psikologi, kondisi itu dapat berkembang menjadi Body Dysmorphic Disorder (BDD) atau gangguan dismorfik tubuh.
Anggota IPK HIMPSI Kalimantan Timur sekaligus Dosen Psikologi Universitas Mulawarman, Ridha Wahyuni, saat menjadi narasumber dalam obrolan Tonight Corner Health Pro 2 RRI Samarinda, menjelaskan rasa insecure tidak selalu menandakan seseorang mengalami gangguan psikologis.
"Kalau insecure biasa, kita masih bisa menyiasatinya. Misalnya, saya tidak percaya diri tanpa lipstik atau ingin berpakaian rapi saat bertemu orang. Itu sesuatu yang wajar," ujarnya, Selasa 7 Juli 2026,.
Menurut Ridha, perbedaan mulai terlihat ketika seseorang tidak pernah merasa puas terhadap penampilannya meski perubahan sudah dilakukan berkali-kali.
"Kalau sudah masuk ke gangguan, dia merasa apa pun yang ada pada dirinya selalu kurang. Sedikit saja ada yang dianggap kurang, dia terus ingin mengubahnya agar lebih sempurna," katanya.
Ridha menambahkan kondisi tersebut dapat dipengaruhi pengalaman hidup maupun penilaian negatif dari lingkungan terdekat. Komentar yang terus-menerus diterima membuat seseorang menggantungkan rasa percaya dirinya pada penampilan fisik.
"Ada kasus seorang istri yang selalu dihina fisiknya sehingga merasa harus terus mengubah dirinya demi mendapatkan validasi. Akhirnya mungkin sampai kecanduan operasi plastik," ucapnya.
Data dari American Psychiatric Association menyebut Body Dysmorphic Disorder ditandai dengan pikiran obsesif terhadap kekurangan fisik yang sebenarnya tidak terlihat atau hanya tampak ringan bagi orang lain. Penderitanya dapat menghabiskan waktu berjam-jam memikirkan penampilan, berulang kali bercermin, menghindari aktivitas sosial, hingga mengalami gangguan dalam pekerjaan maupun hubungan sosial.
Ridha mengingatkan masyarakat mengenali tanda-tanda saat bantuan profesional mulai diperlukan.
"Kalau sudah sangat terobsesi pada sesuatu, mengganggu tidur, mengganggu makan, tidak bisa beraktivitas, bahkan tidak mau keluar rumah, itu butuh bantuan profesional kalau memang tidak mendapat support group yang tepat," ujarnya.
Ia menilai penampilan fisik hanya menjadi kesan pertama dalam hubungan antarmanusia. Nilai seseorang jauh lebih luas dibanding bentuk tubuh atau kondisi kulit. Untuk itu, ia mengajak masyarakat lebih bijak memandang tubuh sendiri dan tidak menjadikan penampilan sebagai satu-satunya ukuran harga diri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....